Ideologi dan Pandangan Dunia – IBuku Pengantar Epitemologi Islam.(*)

HomeBUKU

Ideologi dan Pandangan Dunia – I

Sebagian melihat dunia memiliki bentuk (materialistis) dan sebagiannya lagi memandang dunia memiliki bentuk lain. Tidak mungkin dalam sebuah pilihan memiliki nilai yang sama (benar dan salah), bagian inilah yang menjadi titik krusial berkenaan masalah epistemologi. Sebelum kita meneruskan perjalanan menyusuri sisi dunia, maka ada baiknya kita perlu paham terlebih dulu mana epistemologi yang benar dan salah.

Abu Jahal yang Kehilangan Jejak Muhammad
Sekretaris LLDIKTI Wilayah II Pantau Pelaksanaan PKM 5 Bidang UM Metro
Pri­mat dan Fil­suf: Merunut Asal-Usul Ke­sadaran Moral

Mungkin karena terlalu sering menyaksikan orang sambutan, atau bentuk kemuakan diri terhadap orang yang kerap berkata, namun sebenarnya ia acuh dengan perkataanya. Secara umum dalam sambutan di acara formal organisasi seringkali saya mendengar pernyataan heroik, melangit, namun tidak ada yang membumi, seolah semata-mata hanya bagian cara menyita perhatian para hadirin.

Saya delik kalimat yang tak asing didengar, diantaranya kata “Zaman terang benderang,” seperti banyak dilontarkan anak-anak HmI dalam mengisi sambutan. Sebelumnya saya tak pernah menjangkau arah pikiran mereka yang selalu berkata demikian. Namun karena kata-kata tersebut terlalu sering digunakan dan mengganggu, akhirnya timbul pertanyaan dalam hati, “Apa dasar serta esensi yang ada dalam bayangan mereka saat berkata seperti itu?”.

Belum sempat saya menanyakan langsung dan mengetahui maksud dari orangnya, daripada saya menebak-nebak sampai timbul sikap jemawa hingga merendahkan orang lain, seketika saya batasi pikiran agar tidak sampai seperti itu, karena spontan saya teringat dengan buku yang pernah saya baca. Judulnya “Pengantar Epistemologi Islam“, karya Murtadha Muthahhari. Ia adalah seorang filosof dan ulama tersohor. Karya sebelumnya pernah dicetak oleh Penerbit Lentera dengan judul “Mengenal Epistemologi; Sebuah Pembuktian Terhadap Rapuhnya Pemikiran Asing dan Kokohnya Pemikiran Islam”, pada tahun 2001 silam.

Dalam bab 1, buku ini membawa kita untuk melihat masalah yang terjadi di zaman sekarang. Diantaranya pertikaian antar ideologi yang tak sudah. Hal tersebut terjadi lantaran mereka saling mempertahankan apa yang menurutnya menjadi bagian dan garis jalan hidup. Parahnya, hari ini semakin banyak filsafat sosial yang merambak ke masyarakat dan membuat kondisi semakin sengit.

Pondasi dari seluruh ideologi adalah gambaran dunianya, hal tersebut akhirnya menjadi sebuah jawaban dan titik simpul mereka. Ideologi yang melahirkan sederetan perintah hingga larangan, pakem hidup yang menjadi kendaraan untuk sampai tujuan. Gambaran tersebut berjalan dengan dinamis sesuai pandangan dunia. Analoginya, tak mungkin manusia mempercayai ketika ia belum mengenal sesuatu tersebut. Namun, ketika sudah mengenal, selanjutnya manusia akan menentukan sebuah pilihan, ingin melanjutkan perjalanan, putar arah atau membuat batasan.

Kita berkeyakinan bahwa ideologi terbentuk dari pandangan dunia. Satu sisi, masih banyak terdapat gambaran mengenai pandangan dunia yang tak kasat oleh indra kita. Sebagian melihat dunia memiliki bentuk (materialistis) dan sebagiannya lagi memandang dunia memiliki bentuk lain. Tidak mungkin dalam sebuah pilihan memiliki nilai yang sama (benar dan salah), bagian inilah yang menjadi titik krusial berkenaan masalah epistemologi. Sebelum kita meneruskan perjalanan menyusuri sisi dunia, maka ada baiknya kita perlu paham terlebih dulu mana epistemologi yang benar dan salah…

Penulis : M. Misaf Khan

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0