Presiden dan Wapres diminta berantas korupsi di LamtimUang diduga puluhan miliar milik M Dawam Rahardjo bereda di video sosmed. (Ist)

HomeBerita

Presiden dan Wapres diminta berantas korupsi di Lamtim

"Diperkirakan dana tersebut lebih dari 10 Miliar rupiah, terdiri dari pecahan rupiah di dalam koper dan tas, serta pecahan dolar di dalam tas, ada di dalam vidio yang viral itu," imbuh dia.

Pemkot Metro distribusikan bantuan untuk 116 petani terdampak banjir
Wahdi Siradjuddin tinjau titik banjir Kota Metro
38 tim ikuti lomba voli HUT RI di Selingkut, MA Yapsi turunkan pemain muda

MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Beredar vidio yang diduga mirip dengan Calon Bupati Lamtim M Dawam Rahardjo menunjukkan uang tunai pecahan rupiah dan pecahan dolar yang berjumlah puluhan miliar.

Video itu viral di media sosial (Medsos) dan pesan berantai WhatsApp pada Selasa, 29 Oktober 2024.

“Kejadian perekaman vidio itu hari Selasa 3 september 2024 di salah satu parkiran bawah (Basement) hotel di kawasan menteng Jakarta pada pukul 14.30 WIB,” kata sumber terpercaya.

“Yang ada di sana M Dawam Raharjo dan ajudan. Kemudian tas berisi duit rupiah dan dolar itu dibawa ajudan lalu diberikan kepada Dawam dan dibuatkan vidionya menunjukkan bahwa M Dawam Rahardjo memiliki kekuatan finansial untuk membeli partai tertentu agar bisa berlayar mencalonkan diri sebagai Bupati Lamtim,” sambung dia.

“Diperkirakan dana tersebut lebih dari 10 Miliar rupiah, terdiri dari pecahan rupiah di dalam koper dan tas, serta pecahan dolar di dalam tas, ada di dalam vidio yang viral itu,” imbuh dia.

Menurutnya, M Dawam Rahardjo menunjukkan bahwa dirinya memiliki dana cash puluhan miliar rupiah.

Pertanyaannya, dari mana dana itu diperoleh, karena di dalam LHKPN, harta M Dawam Rahardjo hanya berjumlah Rp7 miliar berapa barang bergerak dan tidak bergerak.

“Dia menunjukkan bahwa dia memiliki dana puluhan miliar rupiah, padahal LHKPN hanya 7 Miliar rupiah,” ujar.

Tokoh masyarakat Lamtim Toni (47), memohon kepada Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka agar membantu masyarakat Lamtim untuk memberantas korupsi di Lamtim.

“Di dalam vidio terdapat seorang kepala daerah yang diduga kuat adalah bapak M dawam Rahardjo bupati lampung timur aktif pada saat video itu di rekam, di video ini terlihat jelas kepala daerah tersebut memiliki uang yang melebihi laporan LHKPN Dawam kepada KPK RI. Diduga kuat uang tersebut pecahan rupiah dan dollar di atas 10 Miliar Rupiah itu hasil dari setoran fee proyek dan hasil dari tindak pidana korupsi, sementara LHKPN bupati lampung timur total harta 7M. Kuat dugaan kami dana tersebut dari setoran proyek dan dari setoran-setoran orang-orang dinas,” papar Toni.

Hasan (52) perwakilan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) di kabupaten lamtim menerangkan, vidio yang viral tersebut harus d tanggapi M Dawam Rahardjo, agar persoalan ini terang benderang adanya. Dirinya harus mengklarifikasi dan bertanggung jawab terhadap seluruh masyarakat lamtim.

“Ini bukan lagi soal politik akan tetapi persoalan moral pak Dawam sebagai Bupati Lamtim yang akan mencalonkan kembali agar mengklarifikasi kepada seluruh masyarakat kabupaten lamtim. Dari mana uang puluhan miliar itu di dapat, dan apa maksudnya di buat vidio itu. Kita akan segera kemas vidio ini kita kirimkan laporan resmi kepada, KPK, Kejaksaan, POLRI dan APH dalam waktu dekat. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat lamtim agar bergerak untuk membuka terang benderang uang puluhan miliar itu dana pribadi M Dawam Rahardjo atau uang kita sebagai masyarakat lampung timur,” terang Hasan.

Didalam vidio yang beredar itu terdengar suara mirip M Dawam Rahardjo yang menyatakan bahwa, dirinya memiliki dana puluhan miliar rupiah dengan pecahan rupiah dan dolar. “Ini uang rupiahnya gak perlu ini, ini saya tunjukkan uang dolarnya,” kata orang berbaju merah berkopiah mirim M Dawam Rahardjo dalam vidio yang viral tersebut.

Ketika di mintai konfirmasi melalui via WhatsApp M Dawam Rahardjo tidak membalas chat WhatsApp dan tidak merespon telepon, hingga berita ini dibuat M Dawam Rahardjo terkesan enggan berkomentar. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0