Bambang: taman Kota Metro harus jadi ruang publik sehat, bukan sekadar tempat santaiWali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, saat audiensi Forum Kota Sehat di ruang kerja. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Bambang: taman Kota Metro harus jadi ruang publik sehat, bukan sekadar tempat santai

"Kota sehat bukan sekadar label, tapi cerminan budaya warga yang cinta kebersihan dan lingkungan."

Pemkot Metro lakukan rolling 28 ASN
Metro rayakan tahun baru Islam dengan Kirab, ribuan warga tumpah ruah
Jawab keluhan warga, FKPPI Metro bantu perbaiki akses jalan di Rejomulyo

MEDIATOR.ID, Metro – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem kota sehat di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Forum Kota Sehat di ruang kerjanya, Selasa, 24 Juni 2025.

Audiensi tersebut menjadi langkah strategis untuk mempercepat pencapaian predikat Kota Sehat 2025. Forum Kota Sehat dalam pertemuan itu memaparkan progres dan kesiapan sembilan tatanan kota sehat yang menjadi indikator penilaian nasional.

Tatanan tersebut meliputi kawasan permukiman, sarana prasarana, transportasi tertib, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, kehidupan sosial sehat, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Bambang menekankan bahwa keberhasilan meraih predikat Kota Sehat tak bisa tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor dan dukungan aktif masyarakat. Menurutnya, Kota Sehat bukan hanya sekadar label administratif, melainkan bagian dari visi besar menjadikan Metro sebagai kota yang nyaman, bersih, dan layak huni.

“Kota Sehat adalah cerminan budaya masyarakatnya. Mulai dari kesadaran kecil seperti membuang sampah pada tempatnya hingga kepedulian menjaga ruang publik. Semua itu akan berdampak besar,” ujar Bambang.

Ia juga mengajak warga untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya bersama. Menurutnya, membuang sampah sembarangan bukan hanya soal kebiasaan, tetapi mencerminkan tanggung jawab sosial setiap individu.

Sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kota sehat, Bambang membeberkan rencana optimalisasi taman kota sebagai pusat kegiatan olahraga. Ia menyebut taman kota tak boleh lagi sekadar jadi ruang bersantai, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang publik multifungsi.

“Kami ingin taman kota menjadi ruang hidup, tempat warga bisa berolahraga, berkumpul, sekaligus belajar menjaga lingkungan. Terutama bagi anak-anak muda dan keluarga,” katanya.

Dalam penataan ulang tersebut, Bambang juga menyoroti masalah parkir liar yang kerap merusak estetika taman. Ia berencana melakukan sterilisasi area taman dengan menertibkan parkir sembarangan di sekitarnya.

“Parkir di sekitar taman harus ditata. Kami akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk menyediakan area parkir yang lebih tertib dan aman, agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga,” ujar Bambang.

Rencana penataan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para pelaku UMKM dan komunitas olahraga. Banyak di antara mereka berharap taman kota dilengkapi jalur lari, alat fitness outdoor, serta pencahayaan yang memadai untuk aktivitas malam hari.

Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Perhubungan dijadwalkan segera melakukan kajian teknis terkait desain penataan taman serta pengelolaan parkir dalam waktu dekat.

Dengan semangat kolaborasi dan kesadaran kolektif, Metro menargetkan pencapaian predikat Wistara — level tertinggi Kota Sehat yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI. Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat gaya hidup sehat di kalangan masyarakat. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: