Hadiri kongres kebudayaan Indonesia, Disdikbud Metro kembangkan pemajuan kebudayaanDisdikbud Metro hadiri Kongres Kebudayaan Indonesia. (*)

HomeBerita

Hadiri kongres kebudayaan Indonesia, Disdikbud Metro kembangkan pemajuan kebudayaan

“Tema tahun ini semakin relevan terkait urgensi perhatian masyarakat terhadap keselamatan bumi. dimana bidang kebudayaan juga dapat berkontribusi dalam persoalan pelestarian lingkungan.(*)

Wahdi daftar Bacawalkot Metro lewat PKB
Pemkot Metro sediakan khitanan gratis untuk masyarakat Metro
Jum’at Berkah, SMSI Metro Bagikan Santunan ke Panti Asuhan

MEDIATOR.ID, Metro – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro menghadiri Kongres Kebudayaan Indonesia yang digelar 23-27 Oktober 2023 di Kompleks Kemedikbudristekdikti diJakata.

Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid mengatakan bahwa tema yang diusung tahun ini yaitu “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan” yang menyiratkan makna atas relevansi setiap aksi berkesenian dan berkebudayaan dengan tetap mengakar pada nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.

“Tema tahun ini semakin relevan terkait urgensi perhatian masyarakat terhadap keselamatan bumi. dimana bidang kebudayaan juga dapat berkontribusi dalam persoalan pelestarian lingkungan,” jelasnya, 24 Oktober 2023.

Kongres Kebudayaan ini juga menurutnya akan mengevaluasi pelaksanakan kebijakan dari bidang kebudayaan selama lima tahun, seperti capaian dan hambatan dalam kurun waktu tersebut.

“Kongres Kebudayaan tahun 2023 akan merumuskan dokumen rencana induk kemajuan kebudayaan memperkuat dan mengembangkan kebudayaan nasional sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan implementasi dokumen Strategi Kebudayaan yang diatur melalui Perpres No. 114 Tahun 2022,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Disdidikbud Siti Rogayari Seprita menjelaskan Kongres yang dibuka oleh Mendikbudristekditi Nadiem Makarim ini dihadiri oleh utusan dari seluruh Indonesia.

“Kota Metro diundang karena telah memiliki naskah Pokok-Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang telah disusun sejak 2018 dan terus diperbaiki hingga saat ini,”jelasnya.
Pada Kongres Kebudayaan Indonesia ini lebih dari 50 panel diskusi terkait berbagai tema kebudayaan digelar.

“Karena banyak tema, kami mencoba fokus pada tema pemajuan kebudayaan, ruang budaya inklusif dan pengembangan cagar budaya sesuai dengan kebutuhan di daerah dalam rangka mendorong terwujudnya Kota Metro Berpendidikan, Sehat, Sejahtera dan Berbudaya,” ungkapnya.

Seprita menambahkan bahwa dari hasil riset Kemendikbudristek, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Badan Pusat Statistik (BPS), menunjukkan adanya korelasi antara dimensi ekononomi budaya dengan penurunan tingkat kemiskinan.

“Semakin tinggi dimensi ekonomi budaya dalam indeks tersebut, di saat yang sama ditemukan adanya penurunan tingkat kemiskinan. Kemudian, semakin tinggi dimensi ketahanan sosial budaya dalam indeks tersebut ada korelasi dengan semakin tingginya kerukunan umat beragama, ” jelasnya.

Sementara itu Ni Nyoman Wiwi Budiadnyani yang juga hadir mengatakan Metro juga sebelumnya mengikuti Kongres Kebudayaan Indonesia pertama pada 2018.

“Sejak saat itu Kota Metro menyusun naskah PPKD yang terus diperbaiki hingga saat ini dan saat ini juga aktif mengembangkan cagar budaya dan mengkolaborasikannya dengan objek pemajuan kebudayaan lainnnya,” jelasnya.

Dari Lampung selain Kota Metro juga tampak hadir utusan dari Lampung Timur, Lampung Barat, Way Kanan dan Bidang Kebudayaan Provinsi Lampung. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0