Generasi muda, kesadaran literasi dan tantangan globalMahasiswa IAIN Metro, Novita Apriliyani. (*/HO)

HomeMetro

Generasi muda, kesadaran literasi dan tantangan global

"Literasi sangat penting, terlebih untuk generasi muda. Sebab, literasi merupakan sumber informasi untuk segala hal. Dengan memperbanyak literasi, semakin bertambah pula wawasan seseorang."

Mahasiswa dan dosen di IAIN protes proses seleksi surveyor Bank Indonesia
Reakreditasi Akuntansi Syariah: langkah pasti menuju standar internasional
Siti Nurjanah dan estafet perjuangan IAIN Metro: dari jurnal ke menara moderasi

Pengetahuan dan wawasan yang luas dapat membantu generasi muda untuk menghadapi tantangan persaingan global. Tantangan persaingan global adalah kemampuan untuk mencetuskan ide-ide inovatif dan kreativitas. Tantangan ini dapat diatasi dengan cara kita memiliki pengetahuan yang luas, dan salah satunya adalah dengan membangun kesadaran literasi.

Literasi sangat penting, terlebih untuk generasi muda. Sebab, literasi merupakan sumber informasi untuk segala hal. Dengan memperbanyak literasi, semakin bertambah pula wawasan seseorang. Selain itu, kemampuan literasi pada dasarnya harus dimiliki oleh setiap orang. Kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk membangun sikap yang kritis dan kreatif terhadap berbagai peristiwa dalam kehidupan kita.

Istilah literasi dalam bahasa latin, disebut literatus yang berarti orang belajar. Literasi juga dapat diartikan kemampuan seseorang dalam menulis, membaca, berbicara, menghitung serta berpendapat. Secara umum, literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis.

Kegiatan literasi ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang dapat kita lakukan di manapun dan kapanpun, baik di dalam maupun di luar ruangan.

Sebelum mendapatkan informasi, kita harus terlebih dahulu mengumpulkan berbagai data mulai dari konsep dasar, realita atau fakta, mengolah semua hal tersebut serta mempublikasikan tersebut ke berbagai pihak.

Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju, jika masyarakatnya mengenal kegiatan literasi. Namun, pada kenyataannya, tingkat budaya literasi dikalangan masyarakat, masih sangat relatif rendah. Rendahnya literasi tersebut tentu dari banyak faktor, salah satunya faktor perkembangan teknologi.

Selain faktor perkembangan teknologi, ada juga faktor lain seperti faktor internal yang berasal dari dalam diri sendiri yang timbul dati kebiasaan kita sendiri, serta faktor eksternal yang berasal dari luar diri kita (faktor lingkungan), dan faktor eksternal ini mempengaruhi motivasi kita untuk membaca dan menulis.

Salah satu contoh dari dampak minimnya tingkat literasi masyarakat, banyaknya masyarakat yang terjerat kasus investasi bodong. Investasi sendiri merupakan kegiatan menanamkan modal atau uang pada perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung yang diharapkan dapat memberikan pada pemilik modal dalam kurun waktu tertentu.

Namun, banyaknya angka peminat investasi tidak sebanding dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai investasi tersebut. Kebanyakan, diantara mereka melakukan investasi mulai dari hanya mengikuti trend belaka, yang sebenarnya merekapu belum memahami betul dasar-dasar dalam melakukan investasi itu terutama investasi digital. Selain minimnya pengetahuan tentang dasar-dasar investasi, mereka (masyarakat) yang mudah terjerat oleh investasi bodong adalah mereka yang selalu mencari keuntungan dan mengabaikan risiko dari investasi, padahal risiko dari investasi itu lebih banyak.

Salah satu contoh tersebut menjadi bukti, jika tingkat kesadaran masyarakat terhadap investasi bodong masih sangat rendah dan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Guna meminimalisir seperti hal diatas, tentu perlu adanya upaya dari pemerintah.

Dalam hal ini, upaya yang telah dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan literasi masyarakat, salah satunya melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kemendikbudristek, mengembangkan enam jenis literasi untuk masyarakat, yaitu literasi baca tulis, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, literasi numerasi, serta literasi budaya dan kewargaan.

Selain itu, Kementrian Kominfo juga melakukan gerakan tingkat literasi digital, dengan cara berkolaborasi dengan layanan video pendek melalui aplikasi Tik-Tok, yang berfokus pada literasi digital dan mengedukasi pengguna internet untuk mempersiapan Indonesia cakap digital.

Sekali lagi, literasi adalah hal yang sangat penting, terlebih untuk generasi muda, sebab literasi merupakan sumber informasi untuk segala hal.

Penulis: Mahasiswa IAIN Metro, Novita Apriliyani.

Editor: Yogi Wahyudi

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0