Pemkot Metro berhasil menggenjot angka penurunan stunting dari 25 ke 7,1 persenWalikota Metro Wahdi Siradjuddin saat wawancara. (*)

HomeBerita

Pemkot Metro berhasil menggenjot angka penurunan stunting dari 25 ke 7,1 persen

"Capaian dan penghargaan ini tentu berkat dukungan dari semua pihak, baik itu dari jajaran pemerintah daerah maupun lainya."

Rafieq Adi Pradana: Metro siapkan generasi emas pencak silat
TKD Prabowo – Gibran Metro, Tondi: Kami optimis menang satu putaran di Pemilu 2024
Lulus bukan akhir: Wali Kota Metro tekankan tugas sosial para wisudawan UNISLA

MEDIATOR.ID, Metro – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk terus menggenjot penurunan angka stunting di kota setempat mulai membuahkan hasil.

Sebab, angka stunting di Bumi Sai Wawai yang pada tahun 2019 sampai 2020 sebanyak 25 persen, kini di tahun 2024 ini hanya mencapai angka 7,1 persen.

Keberhasilan menekan angka stunting ini, membuat Pemkot Metro diganjar penghargaan sebagai kota terbaik pertama dalam penilaian kinerja delapan aksi konvergensi stunting tingkat Provinsi Lampung tahun 2024.

Atas capaian ini, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mengaku bangga dan berterimakasih kepada semua pihak baik itu jajaran OPD, para kader dan lainnya yang telah ikut berperan aktif menekan angka stunting di Bumi Sai Wawai.

“Capaian dan penghargaan ini tentu berkat dukungan dari semua pihak, baik itu dari jajaran pemerintah daerah maupun lainya,” katanya, Kamis, 30 Mei 2024.

Dia menjelaskan, komitmen Pemkot Metro untuk menekan angka stunting dimulai dari keluarga yang berkualitas dan mempersiapkan semua dimulai dari terbentuknya sel telur dan sperma.

“Ketika kita mempersiapkan remaja remaja kita dengan baik, ketika pra-kontrasepsinya dipersiapkan dengan baik, ketika wanita hamil dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik maka salah satu keluarga yang berkualitas adalah keluarga merencanakannya,” ungkapnya.

“Kita ada 390 kader tim pendamping keluarga (TPK) yang tersebar di seluruh Kota Metro. Para kader ini akan terus melakukan pendataan, pengawasan hingga observasi untuk mendeteksi lebih awal tumbuh kembang balita yang ada di lingkungan masyarakat, agar dapat segera tertangani lebih cepat,” imbuhnya.

Tak hanya itu, pemerintah melalui program inovasi Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (JAMAPAI) dan home care juga terus memantau ibu hamil di kota setempat untuk memastikan asupan gizi untuk ibu maupun bayi tercukupi.

Ke depan, tambah Wahdi, pemerintah akan terus berupaya menekan angka stunting dan menciptakan masyarakat yang sehat dan sejahtera serta mewujudkan generasi emas Metro cemerlang (Gemerlang).

“Tentu prestasi ini akan menjadi motivasi kita untuk terus maju dalam upaya peningkatan kesejahteraan anak-anak dan keluarga serta mewujudkan Gemerlang,” tandasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0