"Ilmu bukan sekadar gelar, tetapi tentang bagaimana kita mengamalkannya dengan integritas."
MEDIATOR.ID, Metro – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menegaskan bahwa gelar akademik yang diraih para lulusan Universitas Islam Lampung (UNISLA) bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan membawa amanah moral dan sosial yang besar.
Pesan itu disampaikan Bambang saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Magister dan Sarjana Tahun Akademik 2025 di Gedung Wisma Haji Al Khairiyah, Kota Metro, Senin, 26 Mei 2025.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momen bersejarah bagi kampus, sebab merupakan wisuda perdana sejak transformasi lembaga dari Institut Agama Islam Agus Salim (IAI Agus Salim) menjadi Universitas Islam Lampung (UNISLA) pada 17 Juli 2024, pasca diterimanya SK Alih Status dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Bambang mengingatkan bahwa gelar sarjana bukan hanya simbol keberhasilan akademik, tetapi juga penanda lahirnya insan intelektual yang siap menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Keberhasilan saudara-saudara menjadi sarjana harus disyukuri dan diingat, karena kini saudara-saudara adalah bagian dari masyarakat intelektual. Maka tindak tanduk kalian akan menjadi sorotan dan contoh di lingkungan masyarakat,” ujar Bambang di hadapan ratusan wisudawan.

Ia juga menekankan pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Menurutnya, tantangan dunia kerja ke depan menuntut kemampuan adaptasi, keuletan, kejujuran, serta profesionalisme yang berkesinambungan.
Rektor UNISLA Metro, Dr. Muslim, M.Pd., turut menyampaikan rasa bangga dan syukur atas capaian akademik para wisudawan. Dalam sambutannya, ia mendorong para lulusan untuk terus mengasah kemampuan, baik soft skill maupun hard skill, serta mengamalkan ilmu dengan integritas dan tanggung jawab.
“Ilmu adalah fondasi utama. Tidak penting dari mana ilmu itu didapat, yang paling penting adalah apa yang kita lakukan dengan ilmu itu,” tegas Muslim.
Ia juga menyoroti perubahan status kampus menjadi UNISLA sebagai momentum penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas daya saing, serta memperluas jangkauan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Di hadapan para wisudawan, Muslim mengingatkan bahwa wisuda bukan akhir dari perjalanan, melainkan pintu awal menuju pengabdian di masyarakat.
“Perilaku kalian di masyarakat adalah cermin kampus ini. Jaga nama baik almamater kalian, berbuatlah yang terbaik, dan teruslah menjadi manusia yang berkualitas dan bertanggung jawab,” pesannya.
Wisuda perdana ini sekaligus menandai babak baru bagi UNISLA sebagai lembaga pendidikan tinggi yang diharapkan mampu melahirkan lulusan-lulusan berdaya saing dan berkontribusi aktif di berbagai lini kehidupan. Para wisudawan pun diharapkan membawa semangat pembaruan, menjaga marwah kampus, serta mewujudkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Acara wisuda yang diwarnai rasa haru dan syukur ini menjadi momentum penting bagi UNISLA Metro dalam mengukuhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan tanggung jawab sosial lulusan. (ADVERTORIAL)

COMMENTS