"Kami tidak ingin ulang tahun ini hanya seremoni. Kami ingin ini menjadi doa bersama agar anak muda Lampung tak lagi tersesat oleh judi dan narkoba." - Ketua PD Tidar Lampung, Muhammad Rinaldi.
MEDIATOR.ID, Bandar Lampung – Kelurahan Gulak-Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, menjadi saksi ketika gerakan moral bagi pemuda digelorakan kembali. Dalam rangka peringatan Milad ke-17 Pengurus Daerah (PD) Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Lampung, Ketua PD Tidar, Muhammad Rinaldi, menegaskan komitmen organisasinya untuk menyapa masyarakat, berbagi, sekaligus meminta doa agar langkah perjuangan mereka diberkahi.
Dalam suasana hangat dan akrab bersama warga, Rinaldi menyampaikan keresahannya terhadap maraknya persoalan sosial yang menjerat kalangan muda. Ia menyoroti secara khusus dua ancaman laten: perjudian dan penyalahgunaan narkoba.
“Kami ingin hadir bukan hanya sebagai organisasi politik. Tapi sebagai sahabat bagi generasi muda yang hari ini mulai kehilangan arah karena pengaruh lingkungan yang kian kompleks,” ujar Rinaldi di hadapan warga Gulak-Galik, Rabu, 23 Juli 2025.

Menurutnya, isu perjudian dan narkoba kini tak lagi menjadi problem laten, melainkan telah menjelma menjadi wabah sosial. Banyak anak muda yang kehilangan masa depan akibat kecanduan dua hal itu. Rinaldi berharap, kehadiran Tidar di tengah masyarakat bisa menjadi pemantik perubahan.
Peringatan ulang tahun Tidar Lampung bukan dirayakan dengan gemerlap panggung atau seremoni besar. Melainkan dengan cara sederhana: menyapa masyarakat secara langsung, mendengarkan keluh kesah mereka, dan membawa harapan baru dari organisasi sayap Partai Gerindra itu kepada warga yang kerap luput dari pusat perhatian.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa Tidar ada, dan kami peduli. Kami datang memperkenalkan diri, berbagi rezeki, dan memohon doa restu agar perjuangan kami bisa bermanfaat,” ucap Rinaldi.
Pihaknya percaya, perubahan tak selalu harus dimulai dari ruang-ruang elite. Kadang, dari gang-gang sempit di tengah permukiman padat, suara perubahan justru bisa lebih keras menggema. Sebab itulah Gulak-Galik dipilih sebagai lokasi kegiatan, bukan karena strategis, melainkan karena di sanalah denyut kehidupan nyata anak muda berdetak.
Sebagai organisasi yang lahir dari semangat kaum muda, PD Tidar Lampung ingin membawa semangat perubahan itu hingga ke titik terluar. Langkah awal ini dirancang bukan sekadar memperingati hari jadi, melainkan menyalakan bara semangat di kalangan pemuda.
Meski tak membawa janji politik, kegiatan Tidar menyiratkan agenda moral yang jelas: menyelamatkan masa depan generasi muda dari jeratan yang nyaris tak kasat mata, namun menghancurkan.
Rinaldi meyakini, kerja-kerja sosial dan pendekatan humanis jauh lebih efektif dalam membangun relasi dan kepercayaan. Ia tak ingin Tidar hanya dikenal lewat baliho dan jargon. Tapi lewat aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.
Dalam acara tersebut, Rinaldi juga menyampaikan bahwa peran pemuda akan menjadi kunci masa depan Lampung. Namun tanpa dukungan moral dan sosial yang kuat, banyak anak muda akan jatuh pada jalan yang salah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas organisasi dan dukungan dari masyarakat luas. “Kami tidak bisa sendiri. Gerakan ini harus jadi milik bersama. Karena anak-anak muda ini bukan hanya tanggung jawab keluarga mereka, tapi tanggung jawab kita semua,” kata dia.
Ulang tahun kali ini, menurut Rinaldi, hanyalah pintu pembuka dari program-program mendatang yang akan dijalankan Tidar Lampung. Ia memastikan bahwa komitmen organisasi terhadap isu-isu kepemudaan akan terus digaungkan dan ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan nyata yang berkelanjutan.
Dengan pendekatan yang bersahaja namun sarat makna, Tidar Lampung ingin mempertegas bahwa ulang tahun bukan sekadar selebrasi. Melainkan momentum refleksi dan transformasi. Dari Gulak-Galik, pesan itu disampaikan: saatnya pemuda bangkit dan menjaga diri dari perangkap zaman. (CK)

COMMENTS