Wakil Wali Kota Metro apresiasi job fair UM, soroti peran dunia pendidikan"Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana saat sambutan di acara Job Fair di UM Metro. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Wakil Wali Kota Metro apresiasi job fair UM, soroti peran dunia pendidikan

"Kalau dunia pendidikan bergerak, dan dunia usaha terbuka, maka tugas pemerintah adalah menjembatani keduanya agar anak-anak muda tidak hanya menunggu kesempatan, tapi mendapatkannya." - M. Rafieq.

40 Orang Terima Beasiswa AKMAR 2020
Bantuan pendidikan Pemkot Bandar Lampung belum terserap optimal, Eva Dwiana ajak warga proaktif
Pemkot buka ruang bagi investor kembangkan bisnis di Metro

MEDIATOR.ID, Metro – Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar Job Fair yang menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan dunia kerja, Rabu, 9 Juli 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung AR Fachruddin, Kampus 1 UM Metro, ini secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana.

Lebih dari sekadar ajang rekrutmen tenaga kerja, Job Fair ini mencerminkan sebuah ikhtiar kolektif untuk menjawab tantangan pengangguran di Kota Metro dan sekitarnya. Dalam sambutannya, Rafieq menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut, seraya menekankan pentingnya akses informasi kerja yang inklusif dan terarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat memperoleh akses informasi pekerjaan yang lebih luas, sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk bersaing di dunia kerja,” ujar Rafieq.

Job Fair UM Metro kali ini diikuti oleh puluhan perusahaan dari berbagai sektor perbankan, pendidikan, retail, teknologi, hingga jasa yang membuka lowongan pekerjaan untuk beragam posisi. Beberapa perusahaan bahkan menyediakan sesi walk-in interview, memberi peluang instan bagi pencari kerja untuk menunjukkan kompetensinya.

Bagi Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si., kegiatan ini adalah bentuk tanggung jawab institusi pendidikan dalam menghapus jarak antara ruang kelas dan kebutuhan industri. Ia menegaskan, lulusan tidak cukup hanya dibekali pengetahuan akademik, melainkan juga perlu dilengkapi mental adaptif dan keterampilan praktis.

“Kami ingin memastikan lulusan tidak hanya tahu, tapi juga siap. Siap bekerja, siap berkompetisi, dan siap berkontribusi,” ucap Nyoto.

Lebih dari pameran kerja, acara ini juga dirancang sebagai arena pembekalan diri. Pengunjung memperoleh akses gratis ke seminar karier, pelatihan penulisan CV, hingga simulasi wawancara kerja. Seluruh rangkaian kegiatan ditujukan untuk meningkatkan daya saing peserta dalam menghadapi proses seleksi kerja yang kian kompetitif.

Respon peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Tak sedikit dari mereka yang mengaku mendapat wawasan baru dan dorongan psikologis untuk lebih giat mencari pekerjaan sesuai bidang keahlian.

Pemerintah Kota Metro melihat kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia kerja. Harapannya, kegiatan semacam ini menjadi ruang konsolidasi nilai-nilai produktif yang mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul-berintegritas, terampil, dan responsif terhadap dinamika pasar kerja. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: