Dari meja gaple hingga pena pelajar: PWI Metro rayakan kemerdekaan dengan cara berbedaWalikota Metro Bambang Iman Santoso membuka acara Turnamen Gaple PWI. (Red)

HomeBerita

Dari meja gaple hingga pena pelajar: PWI Metro rayakan kemerdekaan dengan cara berbeda

“Gaple Cup II bukan sekadar kompetisi, tetapi jembatan silaturahmi antara wartawan, masyarakat, dan pemerintah.” – Bambang Iman Santoso.

Bahan pokok naik, Pemkot Metro gandeng APH antisipasi adanya penimbunan
Eva Dwiana dorong TVRI Lampung perkuat peran media publik
Dari ikon sejarah ke destinasi wisata, Pemkot Bandar Lampung revitalisasi Kota Tua Teluk Betung

MEDIATOR.ID, Metro – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro kembali menggelar Turnamen Gaple Cup II di sekretariat organisasi tersebut, Jumat, 22 Agustus 2025.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso hadir membuka acara yang dirancang bukan sekadar perlombaan, melainkan wadah silaturahmi lintas elemen masyarakat.

Turut hadir dalam pembukaan, anggota DPRD Kota Metro Hadi Kurniadi dan Yusron Fauzi Saleh, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sri Amanto, Camat Metro Pusat Yahya Rahmat, serta Lurah Metro Pusat Fery.

Bambang menekankan bahwa turnamen gaple ini memiliki makna lebih dalam ketimbang sekadar kompetisi.

“Dari kegiatan ini terlihat semangat kebersamaan. Semoga energi positif ini membawa Kota Metro semakin baik, baik di ruang digital maupun nyata,” ujarnya.

Menurut Bambang, Metro diharapkan tidak hanya dikenal di media sosial, tetapi juga berkembang menjadi kota yang benar-benar maju dan sejahtera.

“Terima kasih atas kesempatan untuk ikut menyemarakkan Gaple Cup II,” katanya.

Ketua PWI Metro, Rino Panduwinata, menyampaikan bahwa Gaple Cup II tahun ini dihadirkan dengan format berbeda. Selain turnamen gaple, panitia juga menyelenggarakan lomba menulis esai dan artikel yang ditujukan bagi pelajar tingkat SMP dan SMA.

“Bagi kami, turnamen ini bukan hanya hiburan, tetapi wadah silaturahmi berbagai elemen masyarakat, khususnya pecinta permainan gaple. Sementara lomba menulis menjadi sarana pelajar untuk melatih daya kritis dan keterampilan menulis,” kata Rino.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian acara merupakan bentuk syukur atas usia kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 tahun.

“Semua ini merupakan rasa syukur kami kepada bangsa dan negara,” ujarnya.

Malam pembukaan berlangsung meriah. Rino sempat melontarkan dua pantun yang mengundang tawa dan antusiasme hadirin, mulai dari pejabat daerah hingga peserta turnamen.

“Saya mohon doa restu agar pelaksanaan turnamen ini berjalan lancar, mudah, dan sukses. Kami juga berharap seluruh program PWI ke depan mendapat dukungan berbagai pihak agar berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Ade Yulianto, menyebut turnamen gaple dan lomba menulis memiliki pesan yang saling melengkapi.

“Turnamen gaple memperkuat kebersamaan, sementara lomba menulis melatih daya kritis dan keterampilan pelajar,” ujarnya.

Ade juga menyampaikan apresiasi kepada sponsor, donatur, dan seluruh peserta yang ikut menyukseskan acara.

“Semoga Gaple Cup II dan lomba menulis ini memberi manfaat serta meninggalkan kenangan indah,” pungkasnya. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: