Pemkot Metro ubah pola kelola sampah, hanya residu yang masuk TPAS KarangrejoPotret pemilahan sampah di PDU Rejomulyo. (*)

HomeBerita

Pemkot Metro ubah pola kelola sampah, hanya residu yang masuk TPAS Karangrejo

“Pemilahan antara sampah organik dan anorganik sudah mulai berjalan dengan baik dan terukur.” - Raden Muhammad Joni Irwan.

Pemprov Lampung menggelar pengajian akbar di Kota Metro
Pemkot Metro peringati HKN ke-59
Donny Irawan kukuhkan Pengurus SMSI Lampung Timur

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro mulai mengubah pola pengelolaan sampah setelah akses menuju TPAS Karangrejo kembali dibuka. Sampah dari armada pengangkut kini terlebih dahulu dipilah di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir, Sabtu, 29 Agustus 2026.

PDU Rejomulyo menjadi titik pemilahan sampah berdasarkan jenis dan potensi pemanfaatannya. Sampah organik, anorganik, dan residu dipisahkan sebelum menentukan material yang dapat diolah kembali dan yang harus dibuang ke TPAS.

Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro Raden Muhammad Joni Irwan mengatakan sistem pemilahan di PDU Rejomulyo telah berjalan sesuai mekanisme yang disiapkan. Sistem tersebut juga ditujukan untuk mengantisipasi persoalan lingkungan, terutama bau yang dikhawatirkan muncul dari sampah.

“Bau sampah yang dikhawatirkan masyarakat kami pastikan tidak terjadi. Pemilahan antara sampah organik dan anorganik sudah berjalan dengan baik dan terukur,” kata Raden, seperti dilansir sekelikmetro.com.

Sekitar 20 pekerja ditempatkan di PDU Rejomulyo untuk memastikan sampah yang tiba segera dipilah. Para pekerja bekerja dengan sistem shift agar sampah tidak menumpuk terlalu lama. Raden mengatakan mereka telah mendapatkan pembekalan mengenai mekanisme dan teknis pemilahan sejak persiapan dimulai pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sehari setelah akses TPAS Karangrejo dibuka kembali.

“Pekerja sudah kami siapkan dan diberikan pemahaman terkait mekanisme pemilahan. Sistem shift diterapkan agar sampah yang datang bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Sampah organik yang masuk ke PDU Rejomulyo diarahkan ke barak pengomposan untuk diolah menjadi pupuk organik. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dipisahkan dan dicacah untuk mendukung pemanfaatan kembali maupun kebutuhan industri daur ulang.

Raden mengatakan hanya material yang masuk kategori residu kering dan tidak lagi dapat dimanfaatkan yang akan dikirim ke TPAS Karangrejo.

“Yang dibawa ke TPAS Karangrejo nantinya hanya residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi,” jelasnya.

Pola tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPAS, terutama sampah organik atau sampah basah. Pengurangan sampah basah juga dinilai dapat menekan potensi munculnya bau di tempat pembuangan akhir.

“Selain pemilahan di PDU, penanganan tumpukan sampah di TPAS Karangrejo terus dilakukan menggunakan peralatan mekanis untuk menata kembali sampah yang sebelumnya menggunung,” kata Raden.

Lalu lintas truk pengangkut sampah menuju PDU Rejomulyo meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu terjadi setelah sampah sempat menumpuk di sejumlah lokasi akibat pelayanan pengangkutan mengalami gangguan selama kurang lebih sepekan.

Raden mengatakan armada kemudian dikerahkan lebih intensif setelah akses TPAS kembali dibuka untuk membersihkan titik-titik penumpukan. Menurut dia, peningkatan aktivitas tersebut hanya bersifat sementara karena kondisi kebersihan kota mulai kembali normal.

“Mulai besok lalu lintas truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah mulai normal,” katanya.

Raden memastikan PDU Rejomulyo telah dipersiapkan untuk menangani pasokan sampah dari armada pengangkut di Kota Metro. Ia mengatakan penguatan PDU merupakan bagian dari upaya mengubah pola pengelolaan sampah agar tidak seluruhnya berakhir di TPAS.

Dengan pola tersebut, sampah yang masih memiliki potensi pemanfaatan dipisahkan untuk diolah atau didaur ulang. Hanya residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan yang dikirim ke TPAS Karangrejo.

“Perubahan mekanisme ini diarahkan untuk mengurangi beban TPAS sekaligus membuat pengelolaan sampah Kota Metro lebih terukur,” pungkasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: