“Yang dibawa ke TPAS Karangrejo nantinya hanya residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi.” - Raden Muhammad Joni Irwan.
MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro memastikan pola baru penanganan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Rejomulyo tidak menimbulkan persoalan baru bagi warga dan lingkungan. Jaminan itu disampaikan setelah akses menuju TPAS Karangrejo kembali dibuka dan sampah mulai dipilah sebelum dibuang, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Plt. Kepala UPTD TPAS Karangrejo Kota Metro Raden Muhammad Joni Irwan mengatakan sampah yang masuk ke PDU Rejomulyo tidak langsung dikirim ke TPAS. Sampah dipilah berdasarkan jenisnya untuk mengurangi potensi gangguan lingkungan, terutama bau.
“Bau sampah yang dikhawatirkan masyarakat kami pastikan tidak terjadi. Pemilahan antara sampah organik dan anorganik sudah berjalan dengan baik dan terukur,” kata Raden, seperti dilansir dari sekelikmetro.com.
PDU Rejomulyo menjadi titik pemilahan sebelum sampah masuk TPAS Karangrejo. Sampah organik diarahkan ke barak pengomposan, sedangkan anorganik yang masih bernilai ekonomi dipisahkan dan dicacah untuk dimanfaatkan kembali atau mendukung industri daur ulang.
Raden mengatakan hanya residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan yang akan dikirim ke TPAS Karangrejo. “Yang dibawa ke TPAS Karangrejo nantinya hanya residu kering yang sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi,” ujarnya.
Mekanisme tersebut juga ditujukan untuk mengurangi sampah basah yang masuk ke TPAS. Raden mengatakan semakin sedikit sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, semakin kecil potensi munculnya bau.
“Bau sampah yang dikhawatirkan masyarakat kami pastikan tidak terjadi,” katanya.
Pemkot Metro menempatkan sekitar 20 pekerja di PDU Rejomulyo untuk menangani sampah yang datang dari armada pengangkut. Mereka bekerja dengan sistem shift agar sampah segera dipilah dan tidak menumpuk terlalu lama.
Raden mengatakan para pekerja telah diberi pembekalan mengenai mekanisme dan teknis pemilahan sejak persiapan dimulai pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sehari setelah akses TPAS Karangrejo dibuka kembali.
“Pekerja sudah kami siapkan dan diberikan pemahaman terkait mekanisme pemilahan. Sistem shift diterapkan agar sampah yang datang bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Penanganan di TPAS Karangrejo juga tetap berjalan. Peralatan mekanis digunakan untuk menata kembali tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung.
Lalu lintas truk pengangkut sampah menuju PDU Rejomulyo meningkat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi karena sampah sempat menumpuk di sejumlah lokasi setelah pelayanan pengangkutan mengalami gangguan selama kurang lebih sepekan.
Raden mengatakan armada dikerahkan lebih intensif setelah akses TPAS kembali dibuka untuk membersihkan titik-titik penumpukan.
“Mulai besok lalu lintas truk sampah tidak akan sepadat beberapa hari ini karena kondisi kebersihan kota sudah mulai normal,” katanya.
Raden memastikan PDU Rejomulyo telah dipersiapkan untuk menangani pasokan sampah dari armada pengangkut di Kota Metro. Menurut dia, kesiapan pekerja dan sistem shift diperlukan agar pola baru tersebut tidak memindahkan persoalan sampah dari satu tempat ke tempat lain.
“Pekerja sudah kami siapkan dan diberikan pemahaman terkait mekanisme pemilahan. Sistem shift diterapkan agar sampah yang datang bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Melalui pola ini, sampah yang masih dapat dimanfaatkan dipisahkan untuk diolah atau didaur ulang. Hanya residu kering yang tidak dapat dimanfaatkan yang dikirim ke TPAS Karangrejo.
Pemkot Metro menempatkan pemilahan tersebut sebagai bagian dari pembenahan sistem persampahan. Tujuannya agar penanganan sampah tidak menimbulkan penumpukan maupun gangguan lingkungan baru bagi warga. (*)

COMMENTS