Bangun drainase guna antisipasi banjir, warga apresiasi Pemkot MetroWarga Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Tatik. (*)

HomeBerita

Bangun drainase guna antisipasi banjir, warga apresiasi Pemkot Metro

"Terima kasih kepada pemerintah daerah, terutama Pak Walikota Wahdi. Harapannya setelah pembangunan drainase ini, Pak Wali bisa membangun jalan usaha tani di lingkungan kami karena sekarang masih tanah. Jalan ini sering dilintasi petani bawa padi waktu panen tiba."

ADVERTORIAL: Apel Gabungan TNI-POLRI, Wakil Ketua DPRD Metro Mengimbau Masyarakat Jaga Kondusifitas Pilkada 2024
Wali Kota Eva Dwiana: bantuan disabilitas harus tepat sasaran dan berkelanjutan
Walikota Metro pastikan RSUD A. Yani berikan fasilitas dan layanan terbaik

MEDIATOR.ID, Metro – Warga Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, apresiasi program kelompok masyarakat (Pokmas) yang membangun drainase untuk mengantisipasi banjir di Jalan Sempadi RT 012/RW 05.

Lokasi yang berdekatan dengan saluran anak sungai tersebut memang menjadi langganan banjir. Setidaknya ada 10 rumah yang terdampak sejak 2019 lalu lantaran saluran irigasi menuju anak sungai yang tak memadai.

“Parah kalau banjir, setiap musim hujan air masuk rumah sampai setinggi dada. Sekarang dengan adanya pembangunan saluran drainase menuju kali, mudah mudahan tidak banjir lagi,” kata Tatik, salah satu warga yang rumahnya tepat berada di samping drainase, Senin, 9 September 2024.

“Terima kasih kepada pemerintah daerah, terutama Pak Walikota Wahdi. Harapannya setelah pembangunan drainase ini, Pak Wali bisa membangun jalan usaha tani di lingkungan kami karena sekarang masih tanah. Jalan ini sering dilintasi petani bawa padi waktu panen tiba,” imbuhnya.

Sementara itu, Lurah Yosodadi Metro Timur, Fitri Minarni, menyampaikan, pihaknya berhasil merealisasikan program pokmas dengan membangun drainase di tiga titik lokasi yang sebelumnya telah dibahas dalam Musrenbang, dengan anggaran Rp118 juta.

“Alhamdulillah tiga titik pembangunan drainase sudah selesai 100 persen. Kegiatan ini berjalan lancar berkat bantuan masyarakat yang ikut serta bergotong royong. Pembangunan dilakukan di tempat rawan banjir, padat penduduk, dan lokasi tempat ibadah.

“Pelaksanaan ini tentu tidak terlepas dari kolaborasi dengan masyarakat, gotong royong, dan guyub. Terkait jalan usaha tani atau JUT yang belum diaspal, itu akan kami usulkan karena memang tidak bisa menggunakan anggaran kelurahan. Meski bukan wewenang kami, tetap akan kami perjuangkan,” tandasnya.(*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0