Mundur dari tim WARU, puluhan tokoh di Kota Metro alihkan dukungan ke MubaraqFoto istimewa. (*)

HomeBerita

Mundur dari tim WARU, puluhan tokoh di Kota Metro alihkan dukungan ke Mubaraq

"Maka dari itu banyak sekali tokoh masyarakat, mantan pejabat, aktivis, hingga pengurus Partai politik di kota Metro yang merelakan waktu, tenaga, serta pikirannya untuk bersama-sama kami berjuang dalam menghadirkan perubahan."

Bambang ingatkan pendukung Mubaraq tidak terprovokasi dan menjaga kondusifitas Pilkada
Rafieq dominasi panggung debat kandidat Cawalkot Metro
Djohan ajak warga Metro dukung Mubaraq dan suarakan perubahan

MEDIATOR.ID, Metro – Peralihan dukungan antar pendukung WARU dan Mubaraq kembali bermunculan, kali ini puluhan tokoh di Kota Metro yang dulunya dominan berpihak dan menjadi tim pemenangan WARU di Pilkada 2020, sekarang berbondong-bondong menyatakan sikap dan mengalihkan dukungannya ke pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana (Mubaraq).

Selain mengalihkan dukungannya ke Mubaraq, puluhan tokoh tersebut juga telah masuk ke dalam struktur tim untuk memenangkan H. Bambang Iman Santoso dan M. Rafieq Adi Pradana pada Pilkada mendatang.

Nama-nama tokoh tersebut di antaranya; mantan ketua tim pemenangan WARU, Saiful Tomi dan ketua tim pemenangan pasangan Ampian – Rudi, aherman Sismono dan ketua tim pemenangan Anna – Fritz, Yahya Wilis. Ketiganya merupakan ketua tim pemenangan pada Pilkada 2020 lalu.

Selain tiga nama di atas, ada mantan ketua PDI Perjuangan, Anna Morinda yang juga merupakan Calon Wali Kota Metro pada Pilkada 2020.

Berikutnya ada mantan anggota DPRD Kota Metro yang menjabat selama dua periode, Priyatmoko dan Wiwin Setiani. Selain itu ada Dwi Sutarno dan Zainuri, Widi Astuti, Sudarti dan Indra Jaya. Mereka semua merupakan orang-orang yang sempat menjabat sebagai anggota DPRD Kota Metro selama satu periode.

Selain itu, ada pula sejumlah pengurus Partai Golkar yang mengundurkan diri dan memilih mendukung Mubaraq. Diantaranya ialah, Indra Jaya serta Ketua AMPG Kota Metro, Budi Darma Subing.

Selanjutnya ada Isroni Sinaga, Alkodri dan Masnur yang merupakan pengurus partai NasDem Kota Metro. Mereka kini memilih bergabung ke Koalisi rakyat memenangkan Mubaraq.

Ada pula mantan Wali Kota dua periode, Lukman Hakim yang turut memberikan dukungan untuk kemenangan Mubaraq demi hadirnya perubahan di Metro. Lalu ada Mantan Wakil Walikota Metro, Djohan dan ada pula mantan pejabat yang merupakan tokoh di Kota Metro, Haru Nurdi.

Selain itu terdapat pula sejumlah tokoh serta aktivis yang sebelumnya merupakan bagian dari tim pemenangan WARU pada Pilkada 2020 lalu. Diantaranya ialah Suyono, yang merupakan Ketua paguyuban Purwoasri Bersatu. Abi Bulkini dan Saiful Anwar yang merupakan aktivis KAHMI.

Selanjutnya ada Haji Iwan, salah seorang pengusaha ternama di Metro. Lalu, Haji Nano tokoh masyarakat Metro Timur. Ada pula Mustahal dan KH. Zakaria Ahmad yang merupakan tokoh masyarakat Metro Pusat.

Terdapat pula Sutikno salah seorang pengusaha di Metro yang kini masuk dalam struktur tim pemenangan Mubaraq. Selain itu masih terdapat sejumlah tokoh lainnya yang dulu merupakan tim pemenangan WARU pada Pilkada 2020.

Saat dikonfirmasi, Ketua tim pemenangan Mubaraq tingkat Kota, H. Rudi Hartono yang juga merupakan Bendahara Umum PWNU Lampung melalui Sekertaris Fahmi Anwar membenarkan informasi tersebut. Dirinya bahkan menegaskan bahwa dukungan itu lahir dari kegelisahan rakyat Metro.

“Iya benar, nama-nama tokoh yang disebutkan itu memang saat ini bergabung dengan kami dan menjadi bagian dari tim pemenangan Mubaraq. Tentunya ini merupakan dukungan yang luar biasa kepada koalisi rakyat untuk perubahan di Kota Metro,” kata Fahmi saat dikonfirmasi awak media, Rabu, 25 September 2034.

“Maka dari itu banyak sekali tokoh masyarakat, mantan pejabat, aktivis, hingga pengurus Partai politik di kota Metro yang merelakan waktu, tenaga, serta pikirannya untuk bersama-sama kami berjuang dalam menghadirkan perubahan,” imbuhnya.

Pria yang merupakan anggota DPRD kota metro tersebut menyampaikan bahwa hadirnya puluhan tokoh masyarakat Metro yang menyatakan kesiapannya untuk berjuang merupakan bentuk penyemangat bagi Mubaraq.

“Yang pasti dukungan tersebut merupakan penyemangat bagi kami untuk menggapai cita-cita bersama, cita-cita rakyat dalam menghadirkan pembangunan yang sesuai dengan harapan masyarakat Kota Metro,” ujarnya.

Ia juga mengaku terharu atas tekad harapan perubahan yang muncul dari para tokoh di Metro. Yang mana harapan pembangunan infrastruktur mulai dari jalan, penerangan hingga kesejahteraan merupakan cita-cita bersama rakyat.

“Bahkan kami juga merasa terharu dengan teman-teman aktivis maupun pengurus Partai politik yang rela mengundurkan diri dari partainya dan memilih berjuang bersama kami. Tentunya ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami, ini adalah perjuangan yang tidak mudah untuk mencapai cita-cita bersama rakyat,” jelasnya.

Fahmi bahkan menyebut hadirnya puluhan tokoh masyarakat hingga Parpol merupakan bagian dari politik gotong-royong yang pertama ada di Metro.

“Kami terbuka kepada siapapun yang siap berjuang bersama koalisi rakyat, tentunya ini adalah bagian dari politik gotong- royong. Yang mana hanya ada satu partai politik yang mengusung pasangan Mubaraq, namun ada puluhan ribu rakyat Metro yang telah bergabung ke Koalisi rakyat dengan harapan yang sama yaitu hadirnya perubahan di Metro,” bebernya.

Fahmi mengaku pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapapun yang siap berjuang bersama Mubaraq untuk mengawal kepentingan rakyat Metro.

“Target kami adalah menang, karena kemenangan Mubaraq adalah kemenangan rakyat. Saya juga menegaskan di sini bahwa Mubaraq bukanlah merupakan boneka dari siapapun, Mubaraq adalah boneka rakyat, yang sepenuhnya dikendalikan oleh rakyat. Ketika mengemban amanah rakyat, maka Mubaraq berkomitmen untuk bekerja sesuai dengan kehendak rakyat,” tandasnya. (CK/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0