Panwascam Metro Barat: masyarakat punya peran strategis dalam pengawasanDivisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Metro Barat, Rian Agung Saputra. (CK)

HomeBerita

Panwascam Metro Barat: masyarakat punya peran strategis dalam pengawasan

"Secara personal, tindakan konkret yang dapat dilakukan dalam pengawasan Pemilu di antaranya; setiap dari kita bisa memberikan catatan kritis terhadap beragam dinamika di setiap tahapan Pemilu, serta masukan-masukan perbaikan untuk pelaksanaan pemilihan."

Eva Dwiana tutup Gebyar UMKM Bandar Lampung: “penutupan bukan akhir, tapi awal langkah baru”
Ketua BN DPP KNPI, Basnar Chaniago apresiasi Kapolda Riau ungkap 203 kilogram sabu
Wali Kota Metro penuhi panggilan Polisi, janji honorer disebut terbentur aturan pusat

MEDIATOR.ID, Metro – Divisi Hukum Pencegahan Parmas dan Humas Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) Metro Barat, Rian Agung Saputra mengungkapkan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengawasan Pemilu partisipatif sebagai mitra Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) guna mencegah dan menangkal pelanggaran Pemilu.

Ungkapan tersebut dikatakan Agung dalam sosialisasi ‘Pengawasan Pemilu Partisipatif pada Pemilihan Serentak Tahun 2024’ di Aula SMK Muhammadiyah III Kota Metro.

 

Agung menuturkan, masyarakat memiliki peran strategis, mengingat, tantangan dan kesulitan Bawaslu dalam melakukan pengawasan Pemilu tanpa peran serta masyarakat.

“Masyarakat punya peran strategis, maka kami (Panwascam Metro Barat) berharap masyarakat bisa ambil bagian untuk mengawal Pemilu,” kata Agung saat wawancara, Sabtu, 14 September 2024.

Selain itu, Agung juga menjelaskan tentang kiat-kiat dalam berkontribusi ke Pengawasan Pemilihan 2024, baik secara personal maupun organisasi. Hal itu didasari akan pentingnya mengawal suara rakyat yang sudah diberikan dalam pemilihan.

“Secara personal, tindakan konkret yang dapat dilakukan dalam pengawasan Pemilu di antaranya; setiap dari kita bisa memberikan catatan kritis terhadap beragam dinamika di setiap tahapan Pemilu, serta masukan-masukan perbaikan untuk pelaksanaan pemilihan,” kata Agung.

Sementara, lanjut Agung, dalam konteks organisasi, pengawasan Pemilu dapat dilakukan dengan melibatkan kelompok-kelompok masyarakat untuk mengawal secara langsung dan tidak langsung setiap tahapan Pemilu.

“Ketika melaksanakan tugas organisasi, kita tidak hanya melakukan pengabdian pada organisasi, tapi juga kepada negara. Saya berharap, adanya peran organisasi dalam pengawasan Pemilu dapat melahirkan kader-kader yang berkompeten untuk menjadi pemimpin ke depannya,” pungkas Agung. (CK)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0