Pemkot Metro tingkatkan pelayanan publik sebagai indikator pembangunan makroWali Kota dan Wakil Wali Kota Metro. (Adv)

HomeBerita

Pemkot Metro tingkatkan pelayanan publik sebagai indikator pembangunan makro

"Penghargaan UHC Award bukan sekadar prestasi, tetapi bukti nyata bahwa Metro hadir untuk warganya. Pelayanan kesehatan bukan hanya angka, melainkan komitmen yang harus terus dijaga."

Update Covid-19 Kota Metro, satu ASN dan tiga pedagang terpapar
Pertumbuhan ekonomi Kota Metro melesat, indeks kesejahteraan meningkat
Syahwat politik Kota Metro di tengah wabah Covid-19

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan umum bagi masyarakat. Berbagai program inovatif yang diterapkan berhasil mencatatkan pencapaian signifikan, yang berdampak langsung pada pembangunan makro di Bumi Sai Wawai.

Peningkatan Layanan Kesehatan
Di sektor kesehatan, Pemkot Metro meraih sejumlah penghargaan atas inovasi layanan publik. Program Universal Health Coverage (UHC),Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama-PAI), layanan homecare, serta status RSUD Jenderal Ahmad Yani sebagai rumah sakit pendidikan menjadi bukti nyata peningkatan pelayanan kesehatan di Metro.

Kota Metro juga menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang meraih Penghargaan UHC Award 2024 Kategori Utama, dengan cakupan layanan kesehatan mencapai 102,82 persen dari total penduduk.

Keberhasilan ini turut didukung oleh program “Bawa KTP Dilayani” (BKD) yang diinisiasi oleh Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin. Program ini memungkinkan warga memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP Metro di fasilitas kesehatan yang tersedia.

“Alhamdulillah, kita meraih Penghargaan UHC Award Kategori Utama. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pak Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta, pada 8 Agustus 2024. Kita bersyukur bahwa setiap warga Metro bisa memperoleh layanan kesehatan gratis dan berkualitas,” kata Wahdi, Senin, 20 Januari 2025.

Selain itu, program Jama-PAI dan layanan homecare terus dijalankan secara konsisten. Keberhasilan dua program ini bahkan mengantarkan Wahdi Siradjuddin—yang berlatar belakang sebagai dokter—meraih apresiasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) sebagai “dokter inspiratif” berkat kontribusinya yang berdampak positif bagi dunia kesehatan di Indonesia.

Kemajuan di Sektor Pendidikan
Partisipasi aktif peserta didik di Kota Metro menunjukkan tren yang positif. Data survei sosial ekonomi nasional yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Metro pada Maret 2024 menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 7-12 tahun mencapai 99,33 persen, usia 13-15 tahun sebesar 96,60 persen, dan usia 16-18 tahun mencapai 82,79 persen.

Sementara itu, Angka Partisipasi Murni (APM) untuk tingkat SD/MI mencapai 99,33 persen, SMP/MTs sebesar 72,89 persen, dan SMA/SMK/MA sebesar 62,91 persen. Adapun Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk tingkat SD/MI tercatat 102,60 persen, SMP/MTs sebesar 101,56 persen, dan SMA/SMK/MA mencapai 94,50 persen.

Peningkatan Infrastruktur dan Pelayanan Publik
Di sektor pekerjaan umum dan tata ruang, Pemkot Metro melalui Dinas PUTR telah menyelesaikan ratusan proyek pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur. Peningkatan ini mencakup perbaikan ruas jalan utama dan lingkungan permukiman, pembangunan drainase, serta rehabilitasi rumah ibadah dan gedung aset daerah.

Selain itu, Mal Pelayanan Publik (MPP) Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai (GSA-BSW) diresmikan sebagai pusat pelayanan terpadu yang memudahkan akses masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan publik. Saat ini, tercatat terdapat 248 jenis layanan umum dari 29 instansi yang tersedia di MPP Kota Metro.

Wakil Wali Kota Metro, Qomaru Zaman, menegaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan publik bagi masyarakat.

“Hal ini tentunya agar menciptakan Kota Metro yang semakin maju dan bermartabat. Dengan adanya penambahan layanan di berbagai sektor, harapannya dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Qomaru.

Untuk menunjang pelayanan masyarakat, Pemkot Metro juga menyediakan layanan Call Center 112 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk menerima aduan atau laporan dari masyarakat. Sementara itu, pengaduan tertulis dapat dilakukan melalui aplikasi SP4N Lapor, sistem nasional yang mempermudah penyampaian aspirasi warga.

Peningkatan Ketertiban Umum dan Kemasyarakatan
Dalam aspek ketertiban umum dan kemasyarakatan, Pemkot Metro melakukan berbagai inovasi guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman. Data BPS Kota Metro mencatat peningkatan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) dari 4.098 titik pada 2020 menjadi 4.980 titik pada 2024.

Selain itu, Pemkot Metro meningkatkan akses teknologi dengan pemasangan 32 titik CCTV serta 318 unit access point jaringan internet di kawasan perkantoran dan titik-titik strategis.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran aktif masyarakat, Pemkot Metro juga memberikan insentif kepada 4.284 orang yang terdiri dari Ketua RT dan RW, pegiat keagamaan, kader kesehatan, tenaga kesejahteraan sosial, serta pengelola perpustakaan kelurahan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Metro terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik sebagai indikator utama dalam mewujudkan pembangunan makro yang berkelanjutan. (Adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0