Program bergizi, tapi berisiko: Wali Kota Metro ingatkan bahaya di balik MBG yang asal jalanWali Kota Metro, Bambang Iman Santoso saat meresmikan SPPG Rejosari 02 di Metro Timur. (Advertorial)

HomeBerita

Program bergizi, tapi berisiko: Wali Kota Metro ingatkan bahaya di balik MBG yang asal jalan

“Sudah banyak kasus keracunan yang terjadi karena kelalaian dalam pengawasan. Jangan sampai itu terjadi di Metro.” – Bambang Iman Santoso.

Gotong royong dan pelestarian alam, Andy Roby gaungkan nilai Pancasila
Wakil Ketua DPRD Lampung Timur ditahan di Rutan Sukadana
Nizwar gelorakan semangat bersatu untuk kemajuan PWI Lampung

MEDIATOR.ID, Metro – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, melontarkan kritik tajam terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah yang dinilainya masih lemah dalam pengawasan kualitas makanan.

Ia menekankan agar Satuan Pengelola Program Gizi (SPPG) tidak menjadikan program ini sekadar rutinitas formalitas, melainkan benar-benar memastikan keamanan dan mutu pangan yang disajikan kepada anak-anak.

Pernyataan itu disampaikan Bambang saat meresmikan SPPG Rejosari 02 di Metro Timur, Senin, 6 Oktober 2025.

Acara tasyakuran tersebut dihadiri sejumlah pihak terkait, termasuk pengelola program dan unsur masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan MBG di Kota Metro.

Dalam sambutannya, Bambang mengakui bahwa program MBG yang diinisiasi pemerintah pusat memiliki dampak positif, baik dalam mendukung pemenuhan gizi anak sekolah maupun mendorong perputaran ekonomi lokal.

“Program ini tidak hanya menyehatkan anak-anak, tapi juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi warga,” ujarnya.

Namun, di balik manfaat itu, Bambang menyoroti munculnya berbagai kasus keracunan siswa di beberapa daerah akibat makanan MBG yang tidak layak konsumsi.

Ia menilai fenomena ini sebagai peringatan keras agar para pengelola tidak abai terhadap aspek kualitas dan higienitas.

“SPPG harus menjalankan program ini dengan sepenuh hati, bukan asal-asalan. Sudah banyak kasus keracunan yang terjadi karena kelalaian dalam pengawasan. Jangan sampai itu terjadi di Metro,” tegas Bambang.

Wali Kota menegaskan, tanggung jawab SPPG bukan hanya menyalurkan makanan, tetapi memastikan kandungan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan bagi siswa. Ia meminta setiap pengelola SPPG memperketat standar produksi dan distribusi makanan.

“Pastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan layak konsumsi. Program ini bukan soal mengejar keuntungan, tapi soal tanggung jawab moral,” katanya.

Sementara itu, Kepala SPPG Rejosari 02, Ariesto Rangga Wijaya, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah kota.

Ia menyebut keberadaan SPPG merupakan langkah positif dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar dan menjadi langkah baik bagi semua pihak,” ujar Ariesto.

Bambang berharap, dengan berdirinya SPPG Rejosari 02, pelaksanaan program MBG di Kota Metro dapat menjadi contoh praktik terbaik bagi daerah lain–bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif, tetapi menjamin anak-anak mendapatkan makanan yang benar-benar bergizi dan aman. (Advertorial)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0