"Menggunakan nama PWI untuk meminta uang? Itu tindakan yang memalukan dan mencoreng kredibilitas kami!"
MEDIATOR.ID, Metro – Dunia jurnalistik kembali tercoreng akibat ulah oknum wartawan gadungan yang mencatut nama Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Metro. Oknum tersebut dilaporkan meminta sejumlah uang kepada para Kepala Sekolah (Kepsek) di Kabupaten Lampung Selatan, dengan dalih mewakili organisasi resmi PWI, Senin, 23 Desember 2024.
Sekretaris PWI Metro, Adipati Opie, menegaskan bahwa pencatutan nama baik PWI, khususnya pengurus organisasi, adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Ia mengaku telah menerima laporan terkait kasus tersebut dari pengurus PWI Provinsi Lampung.
“Tadi malam saya mendapat informasi dari pengurus PWI Lampung bahwa ada seseorang yang mengaku sebagai wartawan sekaligus Sekretaris PWI Lampung Selatan. Oknum tersebut meminta uang kepada K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di wilayah setempat. Setelah ditelusuri, ia bahkan mengklaim sebagai pengurus PWI Metro,” ujar Opie, Minggu (22/12).
Opie menjelaskan, pelaku yang mengaku bernama Zulfikri menggunakan nomor WhatsApp 0812-7920-5997. Namun, ia memastikan bahwa tidak ada nama tersebut dalam daftar anggota PWI Lampung Selatan maupun PWI Metro.

“Nomor itu jelas bukan milik saya. Ada oknum yang berusaha mengambil keuntungan pribadi dengan mencatut nama pengurus PWI di Lampung Selatan dan Metro,” tambah Opie.
Menanggapi insiden ini, PWI Metro telah berkoordinasi dengan pengurus PWI Lampung untuk menindaklanjuti kasus ini ke jalur hukum. Langkah tegas dinilai perlu agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum. Meski kejadian terjadi di Lampung Selatan, hal ini sangat merugikan saya secara pribadi karena nama saya digunakan untuk meminta uang dengan nominal yang tidak seberapa itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Opie menambahkan bahwa konfirmasi dari pihak Kepsek setempat membuktikan bahwa pelaku bukan bagian dari anggota PWI, baik di tingkat provinsi maupun daerah.
“Setelah pihak Kepsek mengonfirmasi ke PWI Lampung, ternyata jelas bahwa pelaku bukan anggota kami. Nomor telepon yang digunakan juga tidak terdaftar di PWI mana pun,” pungkasnya.
PWI Metro dan PWI Lampung kini bersiap melaporkan oknum tersebut ke pihak berwajib demi menjaga kredibilitas organisasi serta memberikan efek jera terhadap pelaku. (Red)

COMMENTS