Tugu bola jadi usulan musrenbang kelurahan TejosariSuasana Musrenbang Kelurahan Tejosari

HomeBerita

Tugu bola jadi usulan musrenbang kelurahan Tejosari

Kedepan saya menginginkan agar area Tugu "Bola dapat dijadikan icon Kelurahan Tejosari dengan diberi fasilitas tempat duduk atau dijadikan taman bermain anak."

Menindaklanjuti hasil Musrenbang, Pemda Lamtim berupaya naikan harga singkong
Lewat Hari Kunjung Perpustakaan Kota Metro, Dipusarda gelorakan semangat membaca di masa pandemi COVID-19
Wali Kota Bandar Lampung sentuh hati publik lewat kisah pejuang cilik penderita jantung bawaan

MEDIATOR.ID, Metro – Kelurahan Tejoasari Kecamatan Metro Timur prioritaskan Tugu Bola menjadi icon kelurahan dalam Musrenbang 2022.

“Kedepan saya menginginkan agar area Tugu Bola dapat dijadikan icon Kelurahan Tejosari dengan diberi fasilitas tempat duduk atau dijadikan taman bermain anak,” ujar Lurah Tejosari, Metro Timur, Suwaji, dalam Musrenbang kelurahan di aula kelurahan setempat, Kamis, 10 Januari 2022.

Kemudian, selain mengusulkan Tugu Bola, dirinya mengusulkan pembangunan pada penambahan sarana dan prasarana (Sarpras) Pasar Kreatif Kampung Kidul Mepet Sawah. Terlebih di lokasi tersebut dapat memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Lalu pemasangan kanopi pada Puskeskel Jalan Alpukat dan Posyandu Syaida. Kemudian menghidupkan kembali Pasar Stadion Tejosari agar memacu masyarakat yang lebih kreatif. Selain itu juga meramaikan Pasar Kreatif Kampung Kidul Mewah (Mepet Sawah) untuk membuka lapangan pekerja baru di kalangan masyarakat,” paparnya.

Lanjutnya, pihaknya juga mengusulkan pembangunan jalan, perbaikan drainase jalan raya stadion, pelebaran jalan RW 01 sampai dengan RW 06, dan perbaikan onderlah RW 01 sampai 06.

Dikesempatan yang sama, Walikota Metro, Wahdi Siradjuddin meminta agar Lurah dapat mengkaji dan mengevaluasi sejumlah program pembangunan yang ada.

“Sehingga semua pihak dapat bekerjasama dalam nilai-nilai yang baik untuk mempertanggung jawabkan dihadapan masyarakat,” ungkapnya.

“Untuk itu harus ada input mulai dari tingkat RT RW, Lurah dan Pemerintah. Kedepannya mari kita membangun kota layak huni yang berkelanjutan, dengan membentuk generasi sehat, sejahtera, berbudaya dan berpendidikan,” tutupnya.

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0