Musyawarah Walikota Metro dan masyarakat seputar rencana pembangunan di Hadimulyo BaratWalikota Metro Wahdi Siradjuddin saat pimpin Musrenbang di Kelurahan Hadimulyo Barat, Kota Metro. (Adv)

HomeBerita

Musyawarah Walikota Metro dan masyarakat seputar rencana pembangunan di Hadimulyo Barat

“Kota Metro itu punya sekitar 300 lebih stok untuk memasang lampu PJU, untuk se-Kota Metro, dan itu insya Allah akan betul-betul direncanakan dengan sebaik-baiknya. Harus ada kesetaraan keseimbangan."

Dari terbuka jadi tertutup, rapat DPRD Metro sisakan pertanyaan soal transparansi
Disdikbud Metro Gelar Pembekalan ODCB
Eva Dwiana sambangi Kodam XXI Raden Inten, tekankan kolaborasi untuk stabilitas dan ketahanan daerah

MEDIATOR.ID, Metro – Wali Kota Metro merespons sejumlah usulan dan aspirasi, serta menjawab pertanyaan masyarakat yang disampaikan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di aula Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Rabu, 7 Februari 2024.

Berikut ini, beberapa pertanyaan, usul dan aspirasi masyarakat;

1. Usul penimbunan jalan dan pengadaan lampu jalan di RT18/RW04.
Warga mengajukan usul untuk menimbun Jalan Poksai IV di Komplek Pemda, agar menjadi rata tingginya. Hal itu bertujuan mengantisipasi genangan air saat hujan deras. Selain itu, pamong setempat mengajukan sekitar 20 tiang, berikut pemasangan lampu jalan untuk penerangan.

2. Usul pengadaan lampu jalan di RW08/RT34, RT38, RT33 dan RT32.
Pamong warga mengusulkan pengadaan lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) sebanyak 6 titik di 4 RT. Sebab, aktivitas di lingkungan setempat, dinilai perlu ditunjang penerangan jalan yang memadai.

3. Pamong RW05 keluhkan ketidaktersediaan tiang listrik.
Lebih dari 100 rumah warga di lingkungan RW05 tidak memiliki tiang listrik. Pamong menyebut kabel-kabel itu hanya dibuatkan semacam jaringan yang terhubung dari rumah ke rumah, tanpa ada kabel listrik induk.

4. Keluhan dan usul perbaikan gedung TK Kenanga di lingkungan RT06/RW01.
Guru TK Kenanga menyebut pihaknya selama ini menumpang, menempati sekolah yang tidak terpakai, milik yayasan swasta yang kondisinya sudah tidak layak. Perbaikan yang dilakukan, mengalami keterbatasan pendanaan. Selama ini, sekitar 70 siswa belajar di dalam kelas yang kondisinya memprihatinkan.

5. Pemberdayaan Sosial Masyarakat (PSM) Hadimulyo Barat keluhkan soal anak putus sekolah.
Fenomena anak putus sekolah di usia yang terbilang terlalu dini di Hadimulyo Barat, disebut jumlahnya masih terlalu banyak. Pemkot Metro diminta serius menemukan solusi masalah tersebut.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin menjawab satu per satu keluhan, aspirasi, usul dan pertanyaan dari peserta musrenbang. Soal PJU, menjadi pertanyaan yang pertama kali dijawab.

“Kota Metro itu punya sekitar 300 lebih stok untuk memasang lampu PJU, untuk se-Kota Metro, dan itu insya Allah akan betul-betul direncanakan dengan sebaik-baiknya. Harus ada kesetaraan keseimbangan,” kata Wahdi.

Soal kondisi fisik TK Kenanga, Wahdi meminta secara langsung agar dinas teknis terkait, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro untuk berkomunikasi, serta serius mengurai permasalahan.

“Bentuk pembangunan itu meletakkan anggaran untuk kepentingan masyarakat, dan kalau kita lihat jumlah siswa, maka ini harus dipelajari ya, Pak Lurah, Pak Camat, nanti dimasukkan di skala prioritas. Memang kalau soal anggaran itu, pemerintah memang tidak bisa secara sembarangan. Saya sarankan, ikuti administrasi yang benar. Saya instruksikan kepada Dinas Pendidikan ini ya, untuk memperhatikan itu dengan sebenar-benarnya,” tegasnya.

“Untuk tiang listrik, nanti Pemerintah Kota Metro akan berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memasang tiang listrik tersebut. Langkah yang harus ditempuh adalah dengan proses administratif, dari pihak pamong membuat surat untuk mengusulkan ke kelurahan, kemudian dari Lurah mengajukan surat tersebut sampai ke PLN, barulah nanti pihak PLN akan turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan lokasi atau bahkan pemasangan tiang listrik tersebut,” paparnya.

Sementara itu, mengenai fenomena anak putus sekolah, Wahdi sangat menyayangkan hal itu. Meski begitu, pemahaman yang baik sangat penting dan bisa dimulai dari pihak keluarga terlebih dahulu.

“Mengenai anak putus sekolah usia dini, itu harus dipastikan dulu penyebab daripada dia, sehingga menjadi putus sekolah itu kenapa? Karena kalau yang saya tahu, kebanyakan mereka itu adalah anak yang bekerja di usia dini, sehingga ketika disuruh sekolah oleh orang tuanya mereka sudah enggan,” ucapnya.

“Karena kalau soal biaya yang jadi permasalahan, nah pemerintah ini sangat banyak sekali program, apalagi Pemerintah Kota Metro. Hal itu tentu bisa untuk mengcover pembiayaan untuk anak sekolah tersebut,” tandasnya. (Adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0