Menanam harapan, menuai keberlanjutan satu dekade Widya Erti Indonesia wujudkan komitmen keberlanjutan di lima wilayahPenanaman seribu pohon di Lampung Timur, salah satu wilayah kerja Widya Erti Indonesia. Foto: Istimewa

HomeJurnalisme Warga

Menanam harapan, menuai keberlanjutan satu dekade Widya Erti Indonesia wujudkan komitmen keberlanjutan di lima wilayah

“Riparian sungai adalah salah satu fondasi dalam menjaga kestabilan tepian sungai dan pelestarian air tanah serta dapat menjaga biodiversitas untuk ekosistem kebun yangmendukung keberlanjutan produktivitas petani.” ungkapnya di Jakarta, 13 November 2024.

M. Anugrah Utama Putra: Yang muda yang perkasa
Suara dari basement, ratusan mahasiswa siap melawan kampus bobrok yang anti kritik
BUMDes Sribhawono hadirkan layanan pembayaran pajak, permudah warga Lamtim

MEDIATOR.ID, Jakarta – Widya Erti Indonesia (WEI) melakukan penanaman seribu pohon di sejumlah wilayah kerja.

Hal itu dilakukan dalam rangka merayakan satu dekade atau sepuluh tahun WEI dengan semangat kontribusi nyata.

Penanaman seribu pohon itu bertajuk “Menanam Harapan, Menuai Keberlanjutan.”

Adapun kegiatan ini dilaksanakan di lima wilayah kerja WEI, yaitu Riau, Sukabumi, Lampung, Tana Toraja, dan Jakarta, sebagai wujud komitmen WEI terhadap keberlanjutan ekologi, sosial dan ekonomi.

Pada tiap lokasi, tema yang diusung disesuaikan dengan karakteristik daerah dan fokus pada program setempat yang menyatukan nilai-nilai lokal dengan visi keberlanjutan global.

Dalam rangka menjaga vegetasi sempadan sungai di Riau, WEI menanam 100 pohon Meranti Merah di Desa Seberida, Kecamatan Batang Gansal.

Direktur Eksekutif WEI, Made Wiranatha Krisna, menyampaikan penanaman ini menjadi langkah penting untuk menjaga keseimbangan ekologi dan mendukung praktik keberlanjutan petani di wilayah sekitar.

“Riparian sungai adalah salah satu fondasi dalam menjaga kestabilan tepian sungai dan pelestarian air tanah serta dapat menjaga biodiversitas untuk ekosistem kebun yangmendukung keberlanjutan produktivitas petani.” ungkapnya di Jakarta, 13 November 2024.

Penanaman di riparian sungai ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan daya dukung tanah serta aliran air.

Kunjungan ke Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Karya Serumpun (PPSSKS), Gerai kelompok wanitatani (KWT) Karya Serumpun, dan Dapur Gula Sawit melengkapi rangkaian kegiatandasawarsa WEI di Riau.

WEI juga melaksanakan inisiatif pelestarian pesisir dengan menanam 300 pohon mangrovedi Pantai Cikadal, Kabupaten Sukabumi, pada 6 November 2024.

Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem sekaligus memperkuat ketahanan pesisir dari abrasi.

Dalam kunjungan ini, Nanang Budiyanto, Dewan Pengawas WEI, memberikan masukan mengenai pengelolaan nira, serta mendukung pengembangan dapur komunal sebagai pusat ekonomi yang mendukung kesejahteraan petani.

Perwakilan petani muda, Kang Ujang, juga menyampaikan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat di tempat tinggalnya.

Keinginannya untuk meningkatkan keterampilan agar dapat 100 pohon kakao juga ditanam di Lampung Timur untuk mendukung sistem inter cropping yang efisien dengan tanaman kelapa genjah dalam penggunaan pencahayaan dan sumberhara.

Prof. Hagus Tarno, Dewan Pembina WEI, yang hadir dalam kegiatan itu turut menegaskan penanaman kakao sebagai tanaman intercropping dari kelapa genjah bukan sekadar menambah hijau.

“Tetapi langkah konkret untuk masa depan yang berkelanjutan dan produktif bagi masyarakat,” terangnya.

Ia berharap inovasi varietas kelapa genjah yang lebih mudah disadap berpotensi menambah pelibatan peran wanita hingga meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

Kabupaten Tana Toraja, khususnya desa (Lembang) Maroson menjadi lokasi penanaman 500 bibit kakao.

Itu sebagai wujud komitmen WEI mendukung pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi melalui program Rural Resilience Initiative (RURISE).

Bibit kakao dibagikan kepada petani di 5 dusun; Randanan, Palakka, Lameme’, Rarung, dan Pasang Lambe’.

Kepala Lembang Maroson, Petrus Ta’dung menyambut bahagia program ini.

“Lembang Maroson patut berbangga dengan keberadaan program pemberdayaan petani dengan teknik budidaya yang ramah lingkungan dan pelatihan pengolahan produk lokalberupa cokelat,” ungkap dia.

WEI memperkenalkan konsep integrated farming yang memadukan kakao dengan peternakan dan hortikultura, guna meningkatkan produktivitas dan diversifikasi pendapatan masyarakat.

Dengan fokus pada pengembangan kelas bahasa Inggris untuk anak-anak dan pemberdayaan petani kakao.

RURISE diharapkan menjadi model keberlanjutan bagi desa-desa lain di Toraja dan Indonesia.

Di Jakarta, kegiatan yang diadakan pada tanggal 7 November 2024 di Kelurahan Kebagusan, Jakarta Selatan, melibatkan penanaman 10 pohon produktif, termasuk buni, matoa, dan kecapi.

Tiga wilayah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kelurahan Kebagusan (RPTRA Kecapi, RPTRA Perdamaian, dan RPTRA Bagus) jadi simbol awalmerawat masa depan yang lebih hijau.

“Tanaman ini bukan hanya penghijauan, namun jugadapat bermanfaat untuk warga dan masyarakat sekitar,” ungkap Lurah Kebagusan, Rudi Budijanto.

Jakarta dipilih sebagai simbol transformasi kota besar menuju masa depan yang lebih hijau.

Sebagai puncak perayaan 10 tahun WEI menanam, Widya Erti Indonesia (WEI) berencana meluncurkan Rural Resilience Initiative (RURISE) sebagai pendekatan utama dalam setiap programnya.

RURISE akan menjadi wujud nyata dari misi WEI untuk Educate, Empower, Engage.

Melalui pendekatan ini, WEI berfokus memperkuat ketahanan masyarakatpedesaan dengan meningkatkan pengetahuan (educate), memberdayakan warga desa, petani, dan komunitas (empower), serta memperkuat keterlibatan aktif multi-pihak (engage) melalui pertanian berkelanjutan, pendidikan alternatif, dan pengembangan kapasitas petani.

RURISE berusaha menciptakan dampak jangka panjang, memanfaatkan kolaborasi multi-pihak untuk meningkatkan kesejahteraan dan ketahanan ekonomi masyarakat di daerah terpencil.

10 Tahun berjalan, WEI berupaya mewujudkan harapan dari komunitas marginal, wargadesa, petani, perempuan, pemuda, dan anak-anak dampingan di berbagai wilayah melaluiberbagai program pendampingan dengan terus berkolaborasi bersama berbagai pihak.

“Menanam Harapan, Menuai Keberlanjutan” bukanlah sekadar jargon, WEI upayakan jadiarah strategis yang selalu dituju.

Tentang Widya Erti Indonesia:Widya Erti Indonesia (WEI) adalah organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitashidup komunitas pedesaan dan marjinal melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi.

WEI bekerja sama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendorong pencapaian SDGs di Indonesia dan dunia.

Melalui berbagai program, WEI berupaya mewujudkan visimasyarakat yang terdidik, berdaya, dan terlibat dalam lingkungan sosial yang setara dan berkelanjutan. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0