“Sebagai seseorang yang memiliki hak istimewa untuk menjadi mayoritas di negara, saya selalu mendukung komunitas minoritas dan terpinggirkan."
MEDIATOR.ID, Metro – “Masa depan yang kalian bayangkan, hanya setengahnya yang berupa kenyataan, setengahnya kekhawatiran dan harapan kita. Namun, kita tidak tahu mana yang nyata dan mana yang hanya sekadar harapan. Alangkah baiknya jika kita tidak mengetahui masa depan agar hidup lebih bermakna.”

Kutipan tersebut berasal dari salah satu pemuda asli Kota Metro, Muhamad Anugrah Utama Putra, atau akrab dipanggil Tama, putra dari pasangan Bapak Ika Lexsi Diantara dan Ibu Aprial Syarmani Nata.
Tama lahir pada tanggal 29 Maret 2000, mengehyam pendidikan dasar di SD Muhammadiyah1 Metro, SMPN 1 Metro dan SMAN 1 Metro. Berikutnya, Tama menajutkan sekolah perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada dan menjadi Mahasiswa Berprestasi II Universitas Gadjah Mada tahun 202, serta lulusan terbaik Fisipol UGM Agustus 2022, lalu sebagau penerima Beasiswa Erasmus Mundus Joint Master Degree 2023.
“Sebagai seseorang yang memiliki hak istimewa untuk menjadi mayoritas di negara, saya selalu mendukung komunitas minoritas dan terpinggirkan. Saya Tama dan saya sangat tertarik dengan diskusi hak asasi manusia, studi gender, serta masalah perdamaian dan pembangunan. Saya selalu percaya pada musyawarah sebagai pendekatan untuk melindungi hak asasi manusia. Ketika seseorang terus-menerus terpapar ide dan wacana, orang akhirnya akan mengerti bahwa kesetaraan tidak akan merampas apapun yang mereka miliki. Padahal keistimewaan mereka adalah hasil dari mengambil hak orang lain. Jadi bagi saya, membantu sesama, terutama minoritas, bukanlah pekerjaan sukarela, melainkan tanggung jawab,” kata Tama.
“Indonesia diberkahi dengan keberadaan anak-anak muda yang membanggakan dari masa ke masa. Setiap generasi memiliki perjuangannya masing-masing. Setelah Indonesia merdeka, perjuangan anak muda sebagai generasi penerus bangsa memang tak lagi berperang melawan penjajah, tetapi berjuang untuk mengharumkan nama bangsa, memberikan kebanggaan kepada negara, dan bermanfaat bagi sesama,” lanjutnya.
Banyak sosok tokoh pemuda inspirarif dan bisa jadi contoh baik, di antaranya Tama. Ia bisa menjadi motivasi bagi pemuda Bumi Sai Wawai, terutama yang fokus terhadap lingkungan sekitar, memaksimalkan potensi diri, membantu dan memberdayakan masyarakat khususnya di Kota Metro. (*)

COMMENTS