"Faktornya karena cuaca, air, tapi ada beberapa petani yang mengalihkan waktu tanam karena waktu panen takut bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri," ungkap Heri saat ditemui, Selasa (24/12/2024).
MEDIATOR.ID, Metro – Masa tanam satu 2024 di Kota Metro baru mencapai 50 persen per 20 Desember 2024.
Jumlah tersebut dari luasan lahan pertanian sebesar 2588 hektare.
Kepala Dinas DKP3 Kota Metro, Heri Wiratno, menjelaskan harusnya masa tanam satu sudah ditutup pada tanggal 20 Desember 2024.
Namun, ada beberapa faktor yang membuat terhambatnya masa tanam sehingga baru terealisasi sebesar 50 persen.
“Faktornya karena cuaca, air, tapi ada beberapa petani yang mengalihkan waktu tanam karena waktu panen takut bersamaan dengan Hari Raya Idul Fitri,” ungkap Heri saat ditemui, Selasa (24/12/2024).
Sebenarnya, lanjut Heri, pihaknya sudah sangat menganjurkan untuk dilakukan percepatan tanam.
Sebab, jika alasan petani takut berbenturan masa panen dan hari raya, hari ini teknologi sudah sangat mampu untuk melakukan percepatan panen.
“Dengan begitu efisiensi dan efektivitas bisa dengan mudah dalam berpanen,” imbuhnya.
Heri juga menjelaskan ada sejumlah dampak jika masa tanam tidak dilakukan sesuai dengan anjuran yang diberikan.
“Dampaknya banyak sekali, mungkin dari pengendalian UPT, lalu kebutuhan air irigasi, pembagian pupuk, serta harga di waktu panen yang nggak serempak fluktuasi,” papar dia.
Menurutnya, para penyuluh sudah melakukan kesepakatan dengan petani sejak Oktober dan November lalu.
“Bahkan di Desember ini, para penyuluh terjun langsung ke lapangan untuk antisipasi masa tanam yang tak berbarengan,” ujar Heri.
“Tapi karena memang kondisi sosial ekonominya seperti itu, jadi ya ini yang terjadi,” sambungnya.
Menang, tuturnya, kondisi air dari Bendungan Argopuro fluktuasinya masih sangat rendah.
“Karena di awal Desember itu ada sekitar 40 meter kubik, sekarang hampir 70, 80, 100, tapi turunnya sangat cepat. Itu pun dilakukan gilir empat hari sekali,” papar dia.
Jadi, Heri mengestimasikan maksimal masa tanam satu benar-benar ditutup pada 15 Januari 2025.
“Kalau tidak, ini akan menggangu pola tanam yang akan datang,” pungkasnya. (Red)

COMMENTS