Proyek jalan rigid Rp2,4 miliar dikawal ketat Wali Kota MetroDidampingi Kadis PUTR dan Kadis Kominfo, Wali Kota, Bambang Iman Santoso Sidak beberapa titik pekerjaan jalan strategis di Kota Metro. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Proyek jalan rigid Rp2,4 miliar dikawal ketat Wali Kota Metro

“Kalau pemborong tidak patuh, langsung kami coret. Ini bukan proyek coba-coba.” - Bambang Iman Santoso.

Eva Dwiana dukung implementasi PUG dan PPRG untuk wujudkan kota inklusif di Bandar Lampung
Bambang lepas Atlet Panahan Metro: bukan sekadar bidik, tapi raih emas!
Jose Sarmento: Progja Pol-PP Metro utamakan kepentingan masyarakat

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro menaruh perhatian serius terhadap kualitas proyek perbaikan jalan di wilayahnya. Hal ini ditunjukkan lewat inspeksi langsung oleh Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, pada Senin, 7 Juli 2025.

Ia didampingi Pelaksana Harian Sekda Kota Metro M. Supriyadi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ardah, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sri Amanto.

Rombongan meninjau tiga ruas jalan yang sedang dalam proses perbaikan, yakni Jalan Pattimura, Jalan Letjend Alamsyah Ratu Perwira Negara, dan Jalan Sultan Syahrir. Dalam kunjungannya, Bambang menegaskan komitmennya untuk mengawal kualitas pekerjaan. Ia memperingatkan secara terbuka bahwa rekanan yang tidak memenuhi standar akan dikeluarkan dari daftar pelaksana proyek.

“Saya harap kualitas pekerjaan jalan ini harus benar-benar dijaga. Jika ada pemborong yang bekerja asal jadi, tahun depan langsung kami coret. Ini anggaran publik, bukan main-main,” ujar Bambang di sela peninjauan.

Peningkatan Jalan Pattimura yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Lampung mendapat apresiasi khusus dari Bambang. Ia menyampaikan terima kasih atas kucuran anggaran Rp1 miliar untuk ruas tersebut, sembari mendorong agar ke depannya jalan tersebut dapat ditingkatkan dengan sistem rigid.

Kepala Dinas PUTR Ardah mengungkapkan, pembiayaan proyek berasal dari berbagai sumber. Perbaikan Jalan Letjend Alamsyah Ratu Perwira Negara menelan anggaran Rp730 juta dari APBD dengan panjang 168 meter. Sementara itu, Jalan Sultan Syahrir digarap menggunakan sistem rigid dengan dana Rp2,4 miliar untuk 110 meter.

“Ini bagian dari lanjutan pekerjaan sebelumnya. Kami targetkan dalam dua hingga tiga bulan mendatang bisa rampung,” jelas Ardah.

Namun, pelaksanaan proyek tidak lepas dari tantangan teknis di lapangan. Ardah menyebut pengerjaan tidak dapat dilakukan pada kedua sisi jalan secara bersamaan karena keterbatasan ruang lalu lintas.

“Kami hanya bisa menutup satu jalur agar alur kendaraan tetap berjalan. Kami mohon pengertian masyarakat,” tutupnya.

Peninjauan tersebut menegaskan sikap Pemkot Metro dalam mengedepankan transparansi dan akuntabilitas dalam proyek infrastruktur. Wali kota pun berharap pendekatan ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pembangunan di daerahnya. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: