Antisipasi kekeringan 2026, Wali Kota Metro jemput 109 unit Alsintan dari KementanWali Kota Metro saat berada di Kantor Kementan RI. (Red)

HomeBerita

Antisipasi kekeringan 2026, Wali Kota Metro jemput 109 unit Alsintan dari Kementan

“Kekeringan tidak bisa dihadapi dengan cara biasa, karena itu Pemkot Metro bergerak cepat memastikan alat dan dukungan sudah siap sebelum musim kering datang.” - Bambang Iman Santoso.

Pengukuhan Forki Metro, Walikota: diharapkan dapat membawa generasi muda dalam kegiatan positif
GRP sosialisasikan Perda penghapusan tindakan kekerasaan terhadap perempuan dan anak
SMSI Metro Gelar Rakor Perdana

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro bergerak cepat mengantisipasi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026 dengan menjemput langsung bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Langkah ini dilakukan Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian di Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Rakornas yang digelar di lingkungan Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu menekankan pentingnya langkah cepat dan terukur dalam menghadapi potensi kekeringan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ancaman El Nino tahun ini diperkirakan lebih kering dari rata-rata sehingga membutuhkan respons luar biasa.

“Kita menghadapi ancaman serius. El Nino tahun ini diprediksi lebih kering dari rata-rata. Karena itu, langkah mitigasi harus dilakukan secara luar biasa dan terukur,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, kehadiran kepala daerah menjadi perhatian pemerintah pusat karena dinilai berkaitan langsung dengan komitmen daerah dalam menjaga produksi pangan. Menteri Pertanian mengapresiasi kepala daerah yang hadir langsung tanpa diwakilkan sekaligus memberi sinyal tegas terkait evaluasi bantuan bagi daerah yang tidak hadir.

“Saya sangat mengapresiasi kepala daerah yang hadir secara langsung tanpa diwakilkan. Jika hanya diwakili, maka bantuan alsintan akan kami evaluasi kembali,” ujarnya.

Selain fokus pada mitigasi kekeringan, pemerintah pusat juga memaparkan kondisi cadangan beras nasional yang menunjukkan tren positif. Stok beras pemerintah per April 2026 diproyeksikan mencapai 4,93 juta ton atau mendekati 5 juta ton, yang disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah.

“Kita optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga, bahkan berpeluang diperkuat untuk kebutuhan ekspor,” kata Amran.

Momentum itu dimanfaatkan secara aktif oleh Bambang Iman Santoso dengan melakukan langkah jemput bola untuk memperoleh dukungan bantuan. Ia secara langsung mengajukan permohonan alsintan guna memperkuat kesiapan petani menghadapi musim kemarau panjang.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian dapat memberikan dampak nyata bagi petani, sehingga produksi tetap terjaga meskipun menghadapi perubahan iklim,” kata Bambang.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan rencana penyaluran bantuan Alsintan ke Kota Metro dalam jumlah signifikan. Pemerintah Kota Metro dijadwalkan menerima 28 unit traktor roda empat, 20 unit combine harvester, 56 unit pompa air 3 inci, serta 5 unit pompa air 6 inci atau total 109 unit alsintan untuk mendukung sektor pertanian.

“Bantuan ini akan kami optimalkan untuk menjaga produktivitas lahan pertanian, terutama saat memasuki musim kering,” ujar Bambang.

Langkah proaktif Pemerintah Kota Metro dalam menjemput bantuan Alsintan ini menegaskan komitmen daerah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Di tengah ancaman perubahan iklim, strategi percepatan dukungan sarana pertanian dinilai menjadi kunci agar petani tetap mampu berproduksi secara optimal.

“Kami tidak ingin petani menghadapi risiko sendiri. Pemerintah harus hadir memastikan produksi tetap berjalan,” pungkasnya. (CK/*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0