"Baznas Berbagi tidak hanya menyalurkan bantuan sesaat, tapi juga menumbuhkan harapan dan kemandirian."
MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Metro meluncurkan program “Baznas Berbagi” bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.
Acara berlangsung di Wisma Haji Al-Khairiyah, Kota Metro, Minggu, 29 Juni 2025, dan dihadiri Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso.
Acara tersebut mengusung semangat kepedulian dan kebersamaan, dihadiri tokoh agama, pimpinan organisasi kemasyarakatan, perwakilan OPD, dan masyarakat umum. Dalam kegiatan itu, Baznas menyalurkan berbagai layanan sosial, mulai dari santunan, khitanan massal, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bambang menyampaikan apresiasi kepada Baznas atas inisiatif program “Baznas Berbagi”. Menurutnya, momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk mempererat ukhuwah dan merenungkan peran sosial umat.
“Program ‘Baznas Berbagi’ ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan solidaritas sosial. Dengan penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kita berharap manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Bambang.
Bambang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat kesejahteraan umat.
Ketua Baznas Kota Metro, Joko Suroso, menjelaskan bahwa “Baznas Berbagi” akan difokuskan pada bantuan pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Program ini dirancang dengan prinsip akuntabel dan transparan agar manfaat zakat dapat menyentuh masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami ingin menjadikan zakat sebagai kekuatan kolektif umat Islam untuk membangun kemandirian masyarakat. ‘Baznas Berbagi’ tidak hanya menyalurkan bantuan sesaat, tapi juga menumbuhkan harapan dan kemandirian bagi para mustahik,” kata Joko.

Dalam peluncurannya, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota dan Ketua Baznas kepada perwakilan penerima manfaat. Bantuan meliputi paket pendidikan bagi siswa kurang mampu, layanan kesehatan untuk lansia dan masyarakat rentan, serta modal usaha mikro bagi warga prasejahtera.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam program ini adalah “Microfinance Masjid”. Melalui skema ini, masjid didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, bukan hanya sebagai tempat ibadah.
“Microfinance Masjid bertujuan membina masyarakat agar mampu memiliki usaha produktif dan mandiri. Dengan begitu, masjid bisa berperan lebih luas dalam memajukan ekonomi umat,” ujar Joko.
Selain penyaluran bantuan, Baznas Kota Metro juga menyelenggarakan khitanan massal bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, bekerja sama dengan tenaga medis profesional. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan dianggap membantu meringankan beban ekonomi keluarga.
Di sisi lain, layanan kesehatan gratis yang mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga konsultasi umum dibuka untuk masyarakat, berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Metro dan PMI. Kegiatan donor darah turut digelar sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan upaya menjaga ketersediaan stok darah di daerah.
Acara berlangsung khidmat dengan rangkaian doa awal tahun, tausiyah, dan penyerahan simbolis bantuan kepada para mustahik.
Dengan semangat Tahun Baru Islam, Pemerintah Kota Metro bersama Baznas berharap nilai-nilai kepedulian sosial dan kebersamaan terus tumbuh, sehingga dapat memperkuat fondasi Kota Metro sebagai kota religius dan sejahtera. (ADVERTORIAL)

COMMENTS