Dawam Raharjo dorong Pekalongan sebagai pusat AgrowisataBupati Lamtim terpilih, Dawam Raharjo. (red)

HomeBerita

Dawam Raharjo dorong Pekalongan sebagai pusat Agrowisata

Bupati Lampung Timur terpilih Dawam Raharjo berencana mendorong potensi Pekalongan, Lampung Timur sebagai pusat agrowisata bibit tanaman buah dan tanaman hias.

Mengubah stigma Jabung, Dawam dukung gerakan pemuda
Vaksin di Lampung Timur, Dinkes Lamtim: Belum Ada Kabar Lagi dari Provinsi
Sertijab Plh Bupati kepada Bupati dan Wakil Bupati Lamtim terpilih, Chusnunia Chalim: Pemerintah harus bersinergi tangani Covid-19

MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Bupati Lampung Timur terpilih Dawam Raharjo berencana mendorong potensi Pekalongan, Lampung Timur sebagai pusat agrowisata bibit tanaman buah dan tanaman hias, Senin (22/2).

“Kita akan dorong agar Pekalongan menjadi pusat agrowisata tanaman buah dan tanaman hias. Dari dulu Pekalongan sangat terkenal dengan tanamannya. Itu merupakan salah satu keunggulan bagi Lampung Timur,” kata Dawan saat wawancara di Gedung Pusiban, Kecamatan Sukada, Lampung Timur.

Dawam mengatakan, ke depan dirinya akan fasilitasi kebutuhan dalam mengembangkan Pekalongan sebagai pusat tanaman.

“De depan akan kami fasilitasi dan kembangkan supaya lebih besar lagi,” katanya.

Sementara, salah satu warga Pekalongan Aji Fajar Kurniawan mengatakan, usaha tanaman di Pekalongan sudah berjalan selama puluhan tahun, tak ada Kabupaten/Kota di Lampung, pengusaha bibit tanamannya tersentral seperti di Pekalongan.

“Bisa dibilang Pekalongan merupakan sentral tanaman hias dan bibit buah, tak pernah ada pengusaha tanaman di Lampung tersentral seperti di Pekalongan,” kata Fajar.

Fajar menerangkan, selain banyak, harga tanaman di Pekalongan juga sangat ekonomis.

“Selain banyak, harga tanamannya juga lebih murah jika dibandingkan di tempat lain,” ujar Fajar.

Ke depan, lanjutnya, ia berharap kepada pemerintah agar dapat mengembangkan agro tanaman di Pekalongan, terlebih para petani kecil yang harus diperhatikan.

“Pemerintah mustinya membaca potensi itu, terutama petani kecil,” pungkasnya.

(red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0