Didik Isnanto desak Pemkot Metro tingkatkan kualitas pembangunanTampak mengenakan batik merah, Sekretaris Komisi III DPRD Kota Metro, Didik Isnanto. [ADVERTORIAL]

HomeBerita

Didik Isnanto desak Pemkot Metro tingkatkan kualitas pembangunan

"Yang saya minta untuk diperhatikan adalah mutu dan kualitas yang dikerjakan." – Didik Isnanto.

Wakil Ketua DPRD apresiasi sikap disiplin pegawai pasca libur lebaran
Pembangunan GAC IAIN Mangkrak, Wakil Ketua DPRD Metro minta Pemkot ikut tanggung jawab
Langkah-langkah di atas aspal retak: Roma Doni dan simfoni aspirasi warga

MEDIATOR.ID, Metro – Sekretaris Komisi III DPRD Kota Metro, Didik Isnanto, menyoroti mutu dan kualitas hasil pembangunan di wilayah Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. Sorotan itu disampaikan usai dirinya menghadiri kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan yang berlangsung pada Selasa, 4 Februari 2025.

Menurut Didik, Pemerintah Kota Metro perlu meningkatkan standar pelaksanaan pembangunan infrastruktur agar hasilnya lebih optimal dan berkelanjutan. Meski mengakui pembangunan telah berjalan dengan baik, ia menekankan pentingnya aspek mutu sebagai tolak ukur keberhasilan.

“Kalau bicara soal pembangunan di Kota Metro, saya melihat selama ini sudah berjalan baik, walau memang masih ada kekurangan. Karena tidak bisa sekaligus, ya bertahap. Tapi yang saya minta untuk diperhatikan adalah mutu dan kualitas yang dikerjakan,” kata Didik, Rabu, 5 Februari 2025.

Didik juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai usulan pembangunan yang disampaikan warga dalam forum Musrenbang. Ia berkomitmen untuk mengawal seluruh aspirasi yang telah diajukan, khususnya usulan yang belum terealisasi pada tahun-tahun sebelumnya.

“Usulan yang sebelumnya sudah pernah diusulkan namun belum terealisasi, tentu itu yang perlu dikawal. Selanjutnya akan dipadukan dengan aspirasi hasil reses anggota dewan dan dibahas bersama dinas teknis,” ujarnya.

Kelurahan Purwoasri, yang memiliki wilayah relatif kecil dengan kepadatan penduduk yang juga lebih rendah dibanding kelurahan lain, dinilai memiliki potensi besar untuk dijadikan prioritas dalam pembangunan. Didik menyebut, hal itu harus menjadi perhatian agar seluruh usulan bisa masuk ke dalam skala prioritas anggaran.

Dalam Musrenbang bertema “Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan” itu, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan krusial terkait infrastruktur. Permintaan utama meliputi perbaikan jalan lingkungan, pembangunan drainase, irigasi, hingga penerangan jalan.

Selain itu, terdapat pula aspirasi pembangunan fisik seperti gorong-gorong beton dan penguatan akses antar lingkungan RT/RW melalui pembangunan cor blok. Didik menilai, aspirasi tersebut merupakan kebutuhan mendasar yang tak bisa diabaikan.

“Semua usulan yang sifatnya positif, tentu akan kita dorong. Mudah-mudahan ke depan, Kota Metro akan semakin bagus dan baik,” ucapnya.

Dalam laporan yang disampaikan Lurah Purwoasri, Sutoyo, disebutkan beberapa hasil pembangunan tahun 2024 yang telah rampung, antara lain pembangunan jalan cor blok, drainase, pembangunan Posyandu Kenanga, serta pemeliharaan rumah pintar. Di luar infrastruktur, program pemberdayaan masyarakat juga telah dijalankan, seperti edukasi parenting, sosialisasi pernikahan dini, hingga pengelolaan bank sampah.

Lurah Sutoyo turut menyampaikan harapannya agar potensi wisata lokal seperti destinasi Capit Urang dan Dam Raman dapat kembali dihidupkan dengan dukungan pemerintah daerah. “Kami berharap, agar Pemerintah Kota Metro kembali mendukung kami dalam mengelola kembali destinasi wisata tersebut yang sempat vakum,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin, menekankan pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi bagi pembangunan fisik yang efektif dan efisien. Ia menyebut, pembangunan yang berhasil harus didukung oleh karakter masyarakat yang berintegritas dan mampu menjaga amanah publik.

Wahdi juga mengajak masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada pemimpin Kota Metro selanjutnya, seiring akan berakhirnya masa jabatannya. “Karena saya yakin, dengan estafet kepemimpinan yang baru, Kota Metro di masa mendatang akan semakin maju dan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Musrenbang Purwoasri turut dihadiri Sekretaris Daerah Bangkit Haryo Utomo, sejumlah kepala OPD Kota Metro, camat dan lurah, serta pamong desa dan warga setempat. Forum tersebut menjadi ajang penting untuk menyelaraskan rencana pembangunan tahun anggaran 2026, sekaligus menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. [ADVERTORIAL]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: