HPSN 2025 di Metro: aksi bersih-bersih atau seremoni tanpa solusi?Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Kota Metro.**

HomeBerita

HPSN 2025 di Metro: aksi bersih-bersih atau seremoni tanpa solusi?

"Kolaborasi semua pihak penting, tapi tanpa kebijakan konkret, peringatan ini hanya seremonial."

PWI Provinsi Lampung gelar pemantapan pelaksanaan Uji Kompentensi Wartawan
Eva Dwiana ajak warga sukseskan Bandar Lampung Expo 2025
Pemkot Bandar Lampung genjot pembangunan jembatan penghubung Rajabasa Raya

MEDIATOR.ID, Metro – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025 di Kota Metro, Rabu, 26 Februari 2025, berlangsung meriah. Sejumlah kegiatan digelar, mulai dari aksi bersih-bersih hingga lomba pidato dan fashion show berbahan daur ulang.

Namun, di balik kemeriahan acara, pertanyaan mendasar mengemuka: apakah peringatan ini sekadar seremoni tahunan atau benar-benar membawa perubahan dalam pengelolaan sampah di Metro?

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Asisten Wedana Metro ini diawali dengan aksi clean-up serentak di 22 kelurahan dan sekolah-sekolah di Kota Metro. Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, yang mewakili Wali Kota, menyapa peserta aksi melalui Zoom meeting.

“Hari ini kami bersama aparat kelurahan, sekolah, dan pondok pesantren menggelar aksi bersih-bersih sebagai bagian dari rangkaian Hari Peduli Sampah Nasional,” kata Bangkit saat membacakan sambutan Wali Kota Metro.

Ia berharap momentum HPSN bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menangani permasalahan sampah perkotaan.

Senada dengan Bangkit, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro, Ardah, menyebutkan bahwa peringatan HPSN 2025 ini diramaikan oleh berbagai acara dan partisipasi banyak pihak.

“Selain aksi bersih-bersih, ada juga talk show, pameran bank sampah, lomba inovasi pengelolaan sampah, bazar UMKM, hingga hiburan. Semua kegiatan dipusatkan di Rumah Asisten Wedana Metro,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan bertajuk Nature and Harmony ini merupakan upaya untuk memperkuat aksi kolaboratif dalam mengatasi permasalahan sampah di Metro.

Dukungan terhadap inovasi pengelolaan sampah juga datang dari Pemerintah Provinsi Lampung. Kepala Dinas LH Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati, menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam penanganan sampah.

“Kami mengapresiasi inisiatif Kota Metro dalam menggelar acara ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Lampung dan Indonesia yang bersih,” katanya.

Dukungan terhadap pengelolaan sampah juga datang dari sektor swasta. Teguh Widodo, Plan Operational Manager Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia, mengklaim bahwa perusahaannya telah berkontribusi dalam pertumbuhan bank sampah di Metro.

“Kami mendukung instalasi magot di seluruh bank sampah kelurahan dan tempat pemilahan sampah. Selain itu, kami juga memberikan apresiasi bagi bank-bank sampah yang berkembang pesat,” ujarnya.

CCEP, lanjutnya, berkomitmen untuk terus berkolaborasi dalam mendukung Indonesia yang lebih bersih.

Namun, sejauh mana kontribusi sektor swasta benar-benar berdampak? Apakah bantuan ini cukup untuk mengatasi permasalahan sampah yang terus meningkat?

Acara ini turut disiarkan langsung melalui kanal YouTube Pemerintah Kota Metro. Kemeriahan semakin bertambah dengan penampilan fashion show busana daur ulang serta lomba pidato dan inovasi pengelolaan sampah yang diikuti pelajar dari berbagai sekolah.

Sejumlah pemangku kepentingan hadir dalam acara ini, termasuk kepala OPD se-Kota Metro, pegiat bank sampah dari 22 kelurahan, pelaku UMKM, akademisi, serta perwakilan DLH dari berbagai daerah di Lampung.**

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0