Komisi II DPRD Kota Metro gelar Reses: bahas penanggulangan banjir dan kenakalan remajaWakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Wahid Asngari. [ADVERTORIAL]

HomeBerita

Komisi II DPRD Kota Metro gelar Reses: bahas penanggulangan banjir dan kenakalan remaja

“Pendekatan terbaik dalam menangani kenakalan remaja adalah melalui keluarga. Setelah kita telaah, beberapa pelaku kenakalan remaja di Kota Metro ternyata bukan warga asli Metro."

Tiga Raperda usulan Pemkot Metro resmi ditetapkan sebagai Perda
DPRD singgung Pemkot Metro, Basuki: Pemkot jangan klaim bantuan CSR dari perusahaan
Hearing DPRD Metro soal stimulus PBB-P2 belangsung alot

MEDIATOR.ID, Metro — Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Wahid Asngari, menggelar reses di Aula Green House, Jalan Nusantara RW 01, Sabtu (15/2). Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait penanggulangan banjir dan kenakalan remaja yang menjadi perhatian bersama.

Menanggapi keluhan warga mengenai banjir, Wahid menegaskan bahwa penanggulangan banjir harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Ia menyebut beberapa titik yang perlu mendapat perhatian, seperti Mulyosari, Mulyojati, Margodadi, dan Margorejo.

Sebagai langkah awal, Wahid akan memprioritaskan normalisasi drainase di wilayah terdampak. Menurutnya, banyak drainase yang mengalami pendangkalan sehingga menghambat aliran air.

“Langkah pertama adalah normalisasi drainase. Jika drainase sudah ada tetapi mengalami pendangkalan, tentu harus kita benahi,” ujar Wahid.

Selain normalisasi drainase, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan sodetan agar aliran air bisa langsung menuju sungai yang melintasi Kecamatan Metro Barat dan Metro Selatan. Beberapa usulan masyarakat terkait hal ini telah masuk dalam program prioritas tahun 2025.

“Ada yang masuk dalam program prioritas tahun 2025, tetapi ada juga yang baru bisa direalisasikan tahun 2026,” tegasnya.

Pemerintah Kota Metro sendiri telah mengambil langkah strategis untuk mengatasi banjir, termasuk melakukan kajian geospasial untuk memetakan daerah rawan banjir dan membangun sistem drainase terintegrasi.

Selain isu banjir, warga juga mengangkat masalah kenakalan remaja. Wahid menekankan pentingnya peran keluarga dalam membina anak-anak agar tidak terjerumus dalam perilaku negatif. Menurutnya, banyak kasus kenakalan remaja di Kota Metro melibatkan pendatang dari luar kota, mengingat status Kota Metro sebagai kota pendidikan yang menjadi tujuan mahasiswa dan pelajar dari berbagai daerah.

“Pendekatan terbaik dalam menangani kenakalan remaja adalah melalui keluarga. Setelah kita telaah, beberapa pelaku kenakalan remaja di Kota Metro ternyata bukan warga asli Metro,” ungkap Wahid.

Wahid menegaskan bahwa meskipun pelaku berasal dari luar kota, penanganan tetap harus dilakukan dengan bijak. Semua pihak, termasuk RT dan RW, harus turut serta dalam pengawasan.

“Kita tetap harus memilah sumber masalahnya. Tapi yang jelas, mereka semua tetap anak bangsa yang perlu kita bina,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Wahid menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat dan keluarga, agar kenakalan remaja dapat diminimalkan.

“Antisipasi kita, pemerintah melalui garda terdepan yaitu RT, RW, dan keluarga masing-masing,” tutupnya.

Pemerintah Kota Metro juga telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah kenakalan remaja, seperti menggelar sosialisasi bersama Polres Metro dan melibatkan berbagai pihak dalam pembinaan generasi muda.

Reses yang digelar oleh Wahid Asngari menjadi wadah penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan mereka. Dengan adanya komitmen dari DPRD dan pemerintah daerah, diharapkan permasalahan banjir dan kenakalan remaja di Kota Metro dapat ditangani secara efektif dan berkelanjutan.

Partisipasi aktif masyarakat, mulai dari tingkat keluarga hingga lingkungan RT/RW, menjadi kunci dalam menciptakan Kota Metro yang aman, nyaman, dan bebas dari permasalahan sosial. [ADVERTORIAL]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: