Menindaklanjuti hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Pemerintah Daerah Lampung Timur (Lamtim) akan menggelar audiensi dengan Perusahaan Tapioka di Lamtim untuk lakukan negosiasi menaikkan harga singkong.
MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Menindaklanjuti hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang), Pemerintah Daerah Lampung Timur (Lamtim) akan menggelar audiensi dengan Perusahaan Tapioka di Lamtim untuk lakukan negosiasi menaikkan harga singkong.
“Dari keluhan warga saat Musrenbang, mereka keluhkan masalah harga singkong yang cenderung merugikan petani. Berangkat dari keluhan mereka, kami akan menindaklanjuti hal tersebut,” kata Wakil Bupati Lamtim saat diwawancara di ruang kerjanya, Kamis (25/3).
Azwar mengatakan, pertemuan yang digelar besok akan membahas harga singkong dan mekanisme potongan harga.
“Besok rencananya kami akan memanggil pengusaha-pengusaha singkong yang berada di Lamtim untuk mempertanyakan mekanisme harga. Jadi besar potongan itu juga yang bermasalah, di mana keluhan petani itu misalnya harga singkong 900, tapi potongannya bisa mencapai 30 persen. Dan yang bisa menjawab ini hanya pengusaha,” tambahnya.
Pertemuan besok, lanjut Azwar, bukan hanya membahas soal harga singkong, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antara Pemkab Lamtim dan pengusaha.
“Selain itu, itikad mendatangi pengusaha juga sebagai ajang silaturahmi perkenalan kami selaku Bupati dan Wakil Bupati yang baru,” tutur Azwar.
Sementara untuk mengantisipasi turunnya harga singkong, pemerintah provinsi sudah mematok harga 900 rupiah per kilogram. Dengan adanya patokan harga seperti ini, memungkinan harga malah akan naik, bukan turun.
Pemerintah Kabupaten Lamtin berharap dengan diadakannya audiensi besok akan membuat keharmonisan antara masyarakat Lamtim dan pengusaha.
“Kami berharap, para pengusaha turut serta dalam pembangunan Lamtim. Menjaga kondusifitas perusahaan agar terus harmonis dengan masyarakat,” pungkasnya.
(red)

COMMENTS