Metro jadi laboratorium lapangan mahasiswa Baturaja: menelisik tata kelola Pemda500 mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Hukum Universitas Baturaja mengunjungi Kota Metro dalam rangka praktikum lapangan. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Metro jadi laboratorium lapangan mahasiswa Baturaja: menelisik tata kelola Pemda

"Otonomi daerah bukan kebebasan tanpa batas, melainkan amanah yang menuntut perencanaan terarah dan akuntabel."

Ketua KNPI Metro: Wali Kota terpilih harus dapat atasi kenakalan remaja
Peringati Hari Ibu, Sekda Lampung Utara; Perempuan Memiliki Peran Penting dalam Kondisi Genting Pandemi
Peringatan hari PGRI, Eva Dwiana doakan kesehatan dan kesejahteraan guru

MEDIATOR.ID, Metro – Sebanyak 500 mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu Pemerintahan dan Hukum Universitas Baturaja mengunjungi Kota Metro dalam rangka praktikum lapangan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pemerintah Daerah Kota Metro itu turut dihadiri para dosen pendamping dan jajaran pimpinan universitas.

Wakil Wali Kota Metro, Dr. M. Rafiq Adi Pradana, membuka acara secara resmi dan menyambut hangat kehadiran civitas akademika Universitas Baturaja. Dalam sambutannya, Rafiq mengapresiasi antusiasme para mahasiswa dan menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi masa depan yang unggul.

“Kami merasa terhormat dan menyambut hangat kehadiran Universitas Baturaja di Bumi Sai Wawai. Semoga kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang bermakna serta mempererat jejaring antara dunia akademik dan praktisi pemerintahan,” ujar Rafiq, Senin, 19 Mei 2025.

Di hadapan para mahasiswa, Rafiq memaparkan tahapan sistem perencanaan pembangunan daerah dalam kerangka otonomi daerah, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Organisasi Perangkat Daerah (Renstra OPD), hingga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Menurutnya, kewenangan yang diberikan dalam otonomi daerah bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan amanah yang menuntut perencanaan yang terarah, akuntabel, dan selaras dengan kebijakan nasional. Rafiq juga menekankan pentingnya integrasi kebijakan agar setiap program pembangunan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Rektor Universitas Baturaja, Ir. Hj. Lindawati MZ, M.T., menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Metro. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa terhadap teori yang dipelajari di kampus.

“Kami membawa sekitar 500 mahasiswa dan mahasiswi ke Kota Metro sebagai bagian dari praktik lapangan. Kami percaya Metro adalah tempat yang tepat untuk mempelajari tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Lindawati.

Ia juga menambahkan, semangat para mahasiswa yang tergambar dari jumlah peserta merupakan wujud komitmen untuk memahami dunia pemerintahan secara lebih kontekstual. “Kami berharap melalui pengalaman ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman langsung tentang nilai-nilai pelayanan publik, transparansi, serta inovasi yang dijalankan di tingkat daerah,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Metro Kota Cerdas Berbasis Jasa dan Budaya yang Religius”, Pemerintah Kota Metro kini fokus pada sejumlah program prioritas. Program tersebut meliputi pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai-nilai budaya dan religiusitas.

Melalui kunjungan praktikum ini, Pemerintah Kota Metro berharap dapat membuka ruang kolaborasi berkelanjutan dengan dunia akademik.

“Kami terbuka untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari kolaborasi produktif dalam membangun bangsa melalui jalur pendidikan dan pemerintahan,” tutup Rafiq. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: