Pascabanjir, Eva Dwiana dorong Posyandu Karunia Indah naik status jadi PustuEva Dwiana turun langsung ke Kelurahan Sukabumi Indah untuk melihat kondisi warga pascabanjir. (Red)

HomeBANDAR LAMPUNG

Pascabanjir, Eva Dwiana dorong Posyandu Karunia Indah naik status jadi Pustu

“Pemerintah harus hadir, bukan hanya merencanakan, tapi menyelesaikan langsung di lapangan.” - Eva Dwiana.

Wali Kota Bandar Lampung bagikan kunci pelayanan publik prima
Bangunan di atas kali picu genangan, Eva Dwiana tegaskan penertiban Bukit Kencana
Riana Sari Arinal dukung Genpi kembangkan wisata dan ekonomi kreatif di Lampung

MEDIATOR.ID, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana turun langsung ke Kelurahan Sukabumi Indah untuk melihat kondisi warga pascabanjir sekaligus mengecek fasilitas pelayanan kesehatan, Sabtu, 10 Januari 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa penanganan pascabencana tidak berhenti pada pemulihan fisik semata, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Eva Dwiana menilai fasilitas Posyandu Karunia Indah telah tergolong layak. Namun, ia meminta agar fasilitas tersebut ditingkatkan statusnya menjadi Puskesmas Pembantu (Pustu) guna memperluas dan memaksimalkan layanan kesehatan bagi warga setempat.

“Peningkatan status fasilitas kesehatan menjadi kebutuhan mendesak, terutama setelah warga terdampak banjir yang rentan mengalami gangguan kesehatan,” ujar Eva.

Selain sektor kesehatan, Eva juga menyoroti aspek keamanan lingkungan, khususnya bagi anak-anak. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk membenahi bangunan Posyandu Karunia Indah, termasuk menutup area belakang yang berbatasan langsung dengan aliran kali.

“Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah risiko kecelakaan dan memastikan lingkungan yang aman bagi anak-anak,” kata Eva.

Tak hanya itu, Eva juga menginstruksikan agar area sekitar fasilitas kesehatan dilengkapi dengan taman dan lapangan kecil. Ruang terbuka tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bermain yang aman dan nyaman bagi anak-anak, sekaligus ruang interaksi sosial bagi warga.

Eva menegaskan bahwa kehadiran pemerintah tidak boleh berhenti pada tahap perencanaan. Pemerintah, kata dia, harus benar-benar hadir di lapangan untuk melihat, mendengar, dan menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung. (Frs)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: