Pemkot Metro fokus tangani masalah sampah di tingkat kelurahanWali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin. (*)

HomeMetro

Pemkot Metro fokus tangani masalah sampah di tingkat kelurahan

"Kita berupaya untuk memanfaatkan sampah semaksimal mungkin. Peran masyarakat dan pemerintah sangatlah besar agar dapat menjalankan pengurai sampah. Maka, diharapkan kita bisa terus melakukan pengurangan sampah melakukan dan pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai ke hilir agar sampah itu sangat bermanfaat."

Pemkot Bandar Lampung komitmen peduli lansia, dorong hidup sehat, bahagia, dan sejahtera
Edi Ribut: perpanjangan THL berisiko langgar hukum dan rugikan APBD Kota Metro
Musrenbang RKPD Lampura, Budi Utomo: optimis dan bekerja lebih keras, asah kreatifitas dan berinovasi untuk mengeksplorasi seluruh potensi daerah

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berupaya memaksimalkan pengelolaan bank sampah tingkat kelurahan untuk pengurai sampah yang masuk di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di kota setempat.

Wali Kota Metro, Wahdi Sirajuddin mengatakan, meskipun manusia itu merupakan penghasil sampah, akan tetapi perlu dilakukan edukasi dimana masyarakat harus bisa mengelola sampah dengan baik.

“Kita berupaya untuk memanfaatkan sampah semaksimal mungkin. Peran masyarakat dan pemerintah sangatlah besar agar dapat menjalankan pengurai sampah. Maka, diharapkan kita bisa terus melakukan pengurangan sampah melakukan dan pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai ke hilir agar sampah itu sangat bermanfaat,” kata dia saat menyampaikan sambutan di Seminar Sampah, Sabtu, 20 Juli 2024.

Dia menyebut, dengan penguraian sampah tersebut, maka tidak akan terjadi yang namanya pengerusakan bumi.

“Kita ditekankan untuk tidak boleh merusak bumi. Kita harus mempersiapkan hidup untuk generasi ke depan. Metro sudah peka untuk melakukan itu, serta mengajak dan merubah sikap. Kita juga lebih menguatkan budaya gotong royong,” ungkapnya.

“Kita tanamkan urusan sampah adalah urusan bersama bukan hanya pemerintah ataupun dinas saja,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Emilia Kusumawati mengatakan, dalam pengelolaan sampah peran rumah tangga sangatlah penting.

“Nah, disini kami minta untuk setiap orang dapat terakses dengan Bank Sampah. Bahkan, setiap ASN diharapkan dapat menjadi anggota bank sampah yang ada di lingkungannya,” kata dia.

Dia menyebut, untuk di Provinsi Lampung ini sudah terbentuk sekitar 169 bank sampah guna percepatan penguraian sampah.

“Tentu, keberadaan bank sampah akan meningkatkan akses masyarakat dalam pengelolaan sampah. Sehingga, nantinya sampah yang masuk ke TPAS hanya yang residu saja,” ungkapnya.

“Semoga kesempatan baik ini menjadi wahana edukasi pentahelix untuk menjembatani khususnya bersinergi memperkuat pengurangan sampah melalui bank sampah,” pungkasnya. (*)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0