Pemkot Metro Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Jagung HibridaPemerintah Kota Metro bersama Forkopimda dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan. (Foto istimewa)

HomeMetro

Pemkot Metro Lakukan Gerakan Percepatan Tanam Jagung Hibrida

Pemerintah Kota Metro bersama Forkopimda dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan lakukan gerakan percepatan tanam jagung hibrida perdana musim tanam palawija di Hamparan Poktan Laksana II, Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan.

Pemkot Gelar Rakor di Bulan Desember
Walikota Metro minta Puskesmas berikan pelayanan paripurna
Update Covid-19 Kota Metro, satu ASN dan tiga pedagang terpapar

Metro, Mediator.ID – Pemerintah Kota Metro bersama Forkopimda dan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan lakukan gerakan percepatan tanam jagung hibrida perdana musim tanam palawija di Hamparan Poktan Laksana II, Kelurahan Rejomulyo, Metro Selatan, Rabu (24/06/2020).

Pada musim tanam (MT) kedua ini petani di wilayah saluran irigasi Sekampung Batanghari tidak menanam padi, melainkan melakukan percepatan budidaya tanam jagung hibrida dengan baik sehingga dapat menghasilkan produksi jagung berkuantitas tinggi yang berdampak pada ketersediaan pangan dan kesejahteraan petani, berkat adanya bantuan berupa benih dari Pemkot sejumlah 19.650 kilogram (19,65 ton).

Heri Wiratno mengatakan, seluas 48 hektar pada MT I, padi sudah selesai dipanen, namun produksi yang dihasilkan berbeda dikarenakan kondisi lingkungan, angin dan cuaca yang buruk sehingga padi menjadi roboh di beberapa tempat, akan tetapi hasil masih tetap dikatakan baik.

“Pada MT kedua ini akan segera dilakukan percepatan tanam jagung hibrida MT palawija tahun 2020,” kata Heri.

Sementara Wali Kota Metro, Achmad Pairin mengucapkan selamat kepada para petani yang telah berhasil mengelola sawah di MT I dengan cukup baik. Untuk itu diperlukan partisipasi dari semua pihak pemerintah terutama Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, agar dapat memberikan kemudahan kepada petani dalam dapati sarana dan mengurangi biaya produksi.

“Hal itu dapat dilakukan dengan cara berkoordinasi, memberi bimbingan dan pengawalan pada saat menyediakan benih, pupuk bersubsidi, air yang cukup dan peralatan pertanian yang efektif,” pungkasnya. (rls/red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 1