Roma Doni serap aspirasi warga Yosomulyo, isu infrastruktur dan kesehatan jadi sorotanWakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Roma Doni Yunanto. [ADVERTORIAL]

HomeBerita

Roma Doni serap aspirasi warga Yosomulyo, isu infrastruktur dan kesehatan jadi sorotan

"Infrastruktur Yosomulyo masih jomplang dari wilayah lain, ini harus jadi prioritas." – Roma Doni Yunanto.

DPRD Kota Metro dorong peningkatan layanan kesehatan di kepemimpinan baru
Wakil Ketua DPRD apresiasi sikap disiplin pegawai pasca libur lebaran
Tiga Raperda usulan Pemkot Metro resmi ditetapkan sebagai Perda

MEDIATOR.ID, Metro – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Roma Doni Yunanto, menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses yang digelar di lingkungan RW 03, Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, pada Jumat, 14 Februari 2025. Bertempat di kediaman salah satu tokoh masyarakat setempat, kegiatan ini menjadi ruang interaksi antara legislator dan konstituennya di luar masa sidang.

Dalam forum itu, Roma Doni mengungkapkan, reses menjadi sarana penting untuk menampung keluhan dan usulan warga, sekaligus membangun komunikasi dua arah antara DPRD, masyarakat, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Reses kali ini difokuskan pada penjaringan aspirasi masyarakat yang akan kita upayakan masuk ke dalam program kerja tahun anggaran 2026. Setiap usulan akan kita telaah dan tetapkan skala prioritasnya,” kata Roma Doni.

Infrastruktur Pendidikan dan Kesehatan Jadi Isu Krusial
Dalam dialog terbuka itu, Roma Doni mencatat mayoritas keluhan warga menyasar persoalan infrastruktur dasar. Menurutnya, Kelurahan Yosomulyo mengalami ketimpangan pembangunan jika dibandingkan dengan wilayah lain di Kota Metro.

“Infrastruktur di sini masih tertinggal. Ini jadi perhatian serius agar masuk dalam prioritas pembangunan, tentu dengan memperhatikan kapasitas anggaran daerah,” ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Komisi II DPRD yang membidangi keuangan, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta kearsipan dan perpustakaan, berkomitmen menyelaraskan aspirasi warga dengan tugas pokok kelembagaan. Meski demikian, Roma menegaskan, usulan pembangunan fisik tetap mendapat tempat.

“Sebagian besar usulan akan dirangkum ke dalam pokok pikiran dewan dan disampaikan dalam pembahasan anggaran. Usulan prioritas akan dikaji lebih lanjut agar bisa direalisasikan lebih cepat,” ucapnya.

Warga Keluhkan Posyandu Tak Layak dan Program Gizi yang Mandek
Tak hanya soal jalan rusak dan drainase, warga juga menyoroti fasilitas pelayanan kesehatan, terutama Posyandu Dahlia 1. Menurut pengakuan Rini (53), kader Posyandu setempat, sarana pemeriksaan sangat terbatas bahkan harus meminjam meja dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).

“Insentif kami hanya Rp100 ribu. Tapi kami tetap menjalankan tugas, termasuk saat homecare,” tutur Rini.

Ia juga menyoroti terhentinya Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil sejak dua tahun terakhir. Menurutnya, program tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan seharusnya kembali dilanjutkan.

Merespons itu, Roma Doni berjanji akan mengawal semua keluhan tersebut agar bisa masuk dalam pokok pikiran DPRD. Ia menyebut, penyusunan anggaran tahun 2025–2026 tengah diarahkan untuk fokus pada penanganan banjir, namun aspirasi lain seperti sarana Posyandu dan perbaikan jalan akan tetap diperjuangkan.

Musrenbang dan Reses: Sinkronisasi Perencanaan dari Bawah
Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Lurah Yosomulyo, Eko Triono, turut menyampaikan berbagai usulan pembangunan untuk tahun anggaran 2026. Mulai dari penambahan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU), pembangunan drainase di sejumlah titik, hingga rehabilitasi Jalan Tani di RW 14.

Eko juga menyinggung isu alih fungsi lahan pertanian yang terus menyusut akibat perluasan permukiman.

“LP2B kita berkurang. Dari 113,7 hektare menjadi 103 hektare menurut verifikasi DKP3,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, menilai bahwa model perencanaan pembangunan melalui Musrenbang yang melibatkan kelurahan dan kecamatan telah berjalan efektif. Tahun ini, Pemkot akan menindaklanjuti perencanaan infrastruktur secara lebih menyeluruh, terutama dalam penanganan banjir.

“Penanganan banjir masih jadi prioritas, khususnya di Hadimulyo Barat dan Timur. Kami sedang bahas opsi tukar guling tanah milik Nahdlatul Ulama dengan lahan di Yosomulyo untuk pembangunan embung,” kata Bangkit.

Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan mengantisipasi curah hujan ekstrem. Pemerintah juga menyambut tahun 2025 sebagai awal pelaksanaan RPJMD 2025–2029 dengan mengusung tema penguatan infrastruktur berkelanjutan demi mendukung Indonesia Emas 2045. [ADVERTORIAL]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: