"Kami akan fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak berat agar dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat lebih lancar," kata Ela.
MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Kondisi jalan yang rusak di Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, menjadi perhatian warga dan tokoh masyarakat setempat.
Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan yang dinilai berisiko dan sering menyebabkan kecelakaan.
Tokoh masyarakat Bandar Sribhawono, Encen Suatman, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi jalan di daerah tersebut.
Menurutnya, Desa Sribhawono yang merupakan kawasan cukup ramai mengalami banyak kecelakaan akibat jalan yang rusak.
“Jalan di Sribhawono harus diperhatikan lebih serius agar tidak menambah jumlah kecelakaan di sini,” ujar mantan Camat Sribhawono itu, Jumat, 14 Maret 2024.
Keluhan serupa disampaikan Kepala Desa Sribhawono, Wisnu, yang menyoroti buruknya kondisi jalan di wilayahnya, terutama ruas jalan sepanjang 800 meter menuju Kantor Urusan Agama (KUA) Sribhawono.
Ia menilai jalan tersebut mudah rusak dan membutuhkan perbaikan yang lebih berkualitas.
“Ke depannya, kami berharap pembangunan jalan ini bisa dilakukan dengan kualitas yang lebih baik sehingga lebih tahan lama,” katanya.
Wisnu juga menekankan pentingnya infrastruktur jalan yang memadai guna menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Menanggapi keluhan warga, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyatakan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan parah, terutama yang menjadi jalur utama perekonomian masyarakat.
“Kami akan fokus pada perbaikan infrastruktur jalan yang rusak berat agar dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat lebih lancar,” kata Ela.
Selain masalah jalan, Ela juga merespons keluhan warga terkait harga hasil bumi yang dinilai tidak stabil.
Menurutnya, penataan lahan pertanian yang lebih baik dapat menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kestabilan harga.
“Kepala desa memiliki peran penting dalam penataan tanaman. Jika dilakukan secara bertahap dan sistematis, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan pendidikan juga menjadi perhatian masyarakat. Siti Umizahroh, seorang warga Desa Srimenanti, mengungkapkan kekecewaannya terkait pencabutan insentif bagi guru PAUD yang sebelumnya bersumber dari dana desa.
“Kami berharap ada kebijakan yang bisa membantu guru-guru PAUD yang selama ini mengandalkan insentif tersebut,” katanya.
Menanggapi hal ini, Bupati Ela menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mencari solusi untuk mendukung sektor pendidikan, termasuk kesejahteraan para tenaga pendidik.
Serangkaian langkah yang dijanjikan pemerintah daerah ini diharapkan mampu menjawab keluhan warga terkait infrastruktur, stabilitas harga hasil bumi, dan perhatian terhadap sektor pendidikan. (Red)

COMMENTS