Wakil Wali Kota Metro tekankan tata kelola anggaran pendidikan 20 persen APBDWakil Wali Kota Metro saat hadiri Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kota Metro. (Advertorial)

HomeBerita

Wakil Wali Kota Metro tekankan tata kelola anggaran pendidikan 20 persen APBD

“Pendidikan adalah produk utama kita, dan guru-gurunya adalah kunci utama.” - M. Rafieq Adi Pradana.

Sapma PP Kota Metro akan kawal dua mahasiwa UM Metro yang dilaporkan dekan
Proses Coklit selesai, KPU Metro akan segera laksanakan tahapan pendataan DPS
KOTA[K] SAMPAH – Masalah Sampah di TPAS Kota Metro, Lampung

MEDIATOR.ID, Metro – Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Kota Metro berlangsung meriah melalui gelaran Festival Guru dan Murid di Lapangan Samber Park, Rabu, 26 November 2025.

Acara yang diprakarsai Kelompok Kerja Kepala Sekolah Dasar (K3SD) Kecamatan Metro Pusat itu mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” dan dihadiri para kepala sekolah dasar, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro.

Festival tersebut menampilkan berbagai karya kreatif peserta didik dari SD se-Kota Metro, mulai dari kerajinan tangan, tarian budaya, hingga inovasi lain yang mencerminkan keberagaman bakat siswa.

Tak hanya murid, para guru dari Metro Pusat juga memamerkan hasil karya ilmiah sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme.

Wakil Wali Kota Metro, Muhammad Rafieq Adi Pradana, yang hadir mewakili Wali Kota, menyampaikan apresiasi kepada para guru atas dedikasi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Rafieq menekankan bahwa komitmen menjaga kesejahteraan tenaga pendidik harus sejalan dengan pengelolaan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

“Pendidikan adalah produk utama kita, dan guru-gurunya adalah kunci utama. Tolong berikan kesejahteraan yang baik kepada mereka, tidak hanya dalam ekonomi, tetapi juga dalam lingkungan dan sarana prasarana,” ujar Rafieq.

Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim pembelajaran yang aman bagi guru, sambil mengimbau masyarakat untuk menghormati peran pendidik dan menghindari tekanan yang dapat mengganggu profesionalitas mereka. Menurut Rafieq, keberlanjutan kualitas pendidikan hanya dapat tercapai jika guru bekerja dalam suasana yang nyaman dan terlindungi.

Ketua K3SD Metro Pusat, Sumarni, menyampaikan terima kasih kepada sekolah-sekolah yang berpartisipasi serta para donatur yang turut mendukung terselenggaranya festival. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial peringatan Hari Guru, melainkan bentuk kepedulian kolektif terhadap kemajuan pendidikan di Kota Metro.

“Untuk menunjukkan wajah Kota Metro yang hadir dan nyata, yang melahirkan murid cerdas dan berprestasi. Hari Guru bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi lebih dari itu,” ujar Sumarni yang juga Kepala SDN 01 Metro Pusat.

Festival Guru dan Murid ditutup dengan serangkaian penampilan siswa yang memukau tamu undangan, menegaskan semangat kolaborasi antara guru dan murid dalam membangun ekosistem pendidikan yang kreatif dan berdaya saing di Kota Metro. (Advertorial)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: