Wali Kota Metro serahkan kunci rumah Rudiyanto, dorong Baznas perluas bantuan warga miskinFoto istimewa. (ADVERTORIAL)

HomeBerita

Wali Kota Metro serahkan kunci rumah Rudiyanto, dorong Baznas perluas bantuan warga miskin

“Saya berharap banget Kota Metro benar-benar menjadi kota yang terlepas dari kehidupan masyarakat yang miskin.” - Bambang Iman Santoso.

Panitia dibentuk, DPC Granat Lamtim siap dilantik dalam dua pekan
Peran konsultan hukum dipersoalkan, Bayu Teguh Pranoto tegaskan legitimasi DPP
Rafieq tinjau Setda: tak ada sekat politik, fokus ke pembangunan!

MEDIATOR.ID, Metro — Pemerintah Kota Metro mendorong penguatan sinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membantu masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, terutama warga yang memiliki hunian tidak layak. Salah satu bentuk kolaborasi itu diwujudkan melalui Program Rumah Sehat Baznas yang menyasar rumah Rudiyanto, warga Kelurahan Hadimulyo Timur.

Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyerahkan kunci rumah baru kepada Rudiyanto dalam kegiatan Spesial Muharam 1448 Hijriah yang digelar Baznas Kota Metro, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim.

Bambang mengatakan program tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Baznas sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah, pagi ini kita bersama-sama menyaksikan kepedulian yang dilakukan oleh Baznas yang selalu bermitra dengan pemerintah daerah melalui upaya menghimpun infak, zakat, dan sedekah yang pada akhirnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat dan umat,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan kondisi rumah Rudiyanto sebelumnya sangat memprihatinkan dan tidak layak dihuni. Melalui Program Rumah Sehat Baznas, rumah tersebut dibangun kembali menjadi hunian yang lebih layak, meski masih memerlukan penyelesaian pada beberapa bagian.

“Dari rumah yang betul-betul tidak layak huni, sudah kita lihat kondisinya tadi, baik dari segi apa pun sangat memprihatinkan. Alhamdulillah, Baznas telah membangun satu rumah sederhana yang mudah-mudahan layak dan nantinya akan diselesaikan hingga memenuhi persyaratan rumah layak huni,” katanya.

Menurut Bambang, persoalan kemiskinan di Kota Metro tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga kondisi tempat tinggal. Ia menilai masih ada masyarakat yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan sehingga pemerintah perlu terus mencari solusi bersama berbagai elemen masyarakat.

“Saya punya keinginan Kota Metro benar-benar menjadi kota yang terlepas dari kehidupan masyarakat yang miskin. Itu bisa dilakukan apabila masyarakat yang mampu memiliki kepedulian kepada mereka yang kekurangan. Pemerintah hadir memberikan dukungan, tetapi kebersamaan masyarakat menjadi kunci,” ungkapnya.

Bambang mengatakan program bantuan perumahan dari pemerintah pusat memiliki keterbatasan anggaran sehingga belum seluruh kebutuhan rehabilitasi rumah dapat ditangani secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah daerah memandang kerja sama dengan Baznas sebagai salah satu langkah untuk memperluas jangkauan bantuan.

“Baznas lebih mudah menyalurkan bantuan kepada masyarakat dengan mekanisme pertanggungjawaban yang dimiliki. Karena itu, kami ingin terus menggandeng Baznas agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu,” jelasnya.

Selain program bedah rumah, Baznas Kota Metro menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim dalam rangka Program Lebaran Anak Yatim yang rutin dilaksanakan setiap Muharam. Sebanyak 15 anak menerima santunan secara simbolis, sedangkan penerima lainnya akan mendapatkan santunan yang diantarkan langsung oleh tim Baznas Kota Metro.

Ketua Baznas Kota Metro Joko Suroso mengatakan santunan tersebut merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk membantu masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Ia juga menyebut program bedah rumah Rudiyanto dapat terlaksana setelah mendapat dukungan sejumlah pihak.

“Setidaknya ada 100 anak yang akan menerima santunan, sedangkan hari ini kami menghadirkan 15 anak secara simbolis dan sisanya akan kami salurkan langsung kepada masing-masing penerima, selain itu kami juga bersyukur program bedah rumah milik Pak Rudiyanto dapat terwujud berkat dukungan berbagai pihak sehingga ke depan kami berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat program serupa,” ujar Joko.

Renovasi rumah Rudiyanto menghabiskan anggaran lebih dari Rp35 juta. Dana pembangunan rumah tersebut bersumber dari penghimpunan zakat, infak, dan sedekah Baznas Kota Metro dengan dukungan Bank Muamalat Metro Madani, Madrasah Muhammadiyah, serta SDTK Al-Fatih.

Joko mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Metro terhadap pengelolaan zakat melalui Program Jumat Manfaat dan Surat Edaran Sadar Zakat, Infak, dan Sedekah bagi aparatur sipil negara. Menurut dia, kebijakan tersebut membantu meningkatkan penghimpunan dana zakat untuk kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program sosial dan kemanusiaan.

“Atas dukungan Pemerintah Kota Metro melalui Program Jumat Manfaat serta Surat Edaran Sadar Zakat, Infak, dan Sedekah bagi aparatur sipil negara, penghimpunan dana zakat dapat meningkat dan kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam berbagai program sosial dan kemanusiaan,” kata Joko.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Metro, Kasimun mengapresiasi pelaksanaan santunan anak yatim oleh Baznas Kota Metro. Ia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan Program Lebaran Anak Yatim yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia dan mendukung visi Pemerintah Kota Metro dalam menghadirkan kebahagiaan melalui kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.

“Atas nama Kementerian Agama Kota Metro kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS yang hari ini telah memberikan kebahagiaan dan menghadirkan senyum bagi anak-anak yatim, semoga sinergi antara pemerintah, Kementerian Agama, dan BAZNAS terus terjalin untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah,” kata Kasimun.

Bambang juga mengajak masyarakat membiasakan bersedekah, terutama melalui Program Jumat Manfaat yang diinisiasi Pemerintah Kota Metro bersama Baznas. Ia mengatakan gerakan tersebut dapat menjadi bagian dari kepedulian masyarakat terhadap sesama.

“Sedekah, terutama di hari Jumat, merupakan kesempatan memperbanyak amal kebaikan. Sesungguhnya ketika kita berbuat baik kepada orang lain, kita juga sedang berbuat baik kepada diri sendiri dan pemerintah akan terus mengajak aparatur sipil negara (ASN) untuk berpartisipasi dalam gerakan zakat, infak, dan sedekah secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama,” tambahnya. (ADVERTORIAL)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: