Warga dukung Pemkot Metro optimalisasi pengelolaan sampah dengan sanitary landfill di TPASAnak kecil mengais sampah di TPAS Karangrejo, Kota Metro. (Adv)

HomeBerita

Warga dukung Pemkot Metro optimalisasi pengelolaan sampah dengan sanitary landfill di TPAS

“Pengelolaan selama ini sebenarnya sudah bagus, tapi kalau pengelolaanya mau diubah ke yang lebih baik tentu kita dukung. Tapi harapan kami juga sampah yang sudah ada ini tolong dikelola dengan baik."

Metro fokus infrastruktur inklusif, Bambang Iman Santoso paparkan RAPBD 2026
Kunjungi Kampung Kopi Payungi, Ardito bahas konsep ekonomi kerakyatan
Pemkot Metro matangkan rencana kenaikan insentif rukun tetangga hingga marbot

MEDIATOR.ID, Metro – Masyarakat yang bermukim di sekitar Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, Kota Metro mendukung upaya pemerintah kota setempat, dalam menerapkan sistem pengelolaan sanitary landfill.

Diketahui, hari ini Kota Metro memproduksi sampah sebanyak 102,71 ton/hari yang berasal dari sekitar 160 ribu jumlah penduduknya. Sementara, kapasitas TPAS Karangrejo seluas 14 hektare saat ini, sekitar tujuh hektare di antaranya dimanfaatkan sebagai lahan penampungan sampah.

Pemerintah Kota (Pemkot) Metro saat ini tengah mengoptimalkan pengurangan volume sampah, khususnya kenis plastik di TPAS Karangrejo, Kecamatan Metro Utara.

Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan Pusat Daur Ulang (PDU) sampah yang berada di TPAS, sebagai solusi mengatasi sampah perkotaan.

PDU sampah dinilai efektif mengurangi volume sampah plastik yang masuk ke TPAS Karangrejo. Sebab, sampah di TPAS tersebut memang didominasi oleh sampah domestik jenis plastik, seperti botol bekas air mineral.

Selain itu, sistem daur ulang diharap mampu memaksimalkan potensi ekonomi sirkular, dengan memanfaatkan pengelolaan sampah plastik, yang diubah menjadi produk UMKM.

Pengoperasian PDU sampah ini berbekal dari hasil studi banding Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro ke Banyumas, terkait dengan penerapan pola 3R, yakni Reduce, Reuse dan Recycle.

Nantinya, limbah plastik ini akan dipilah sesuai jenis pengoperasian PDU. Pengolahan sampah plastik menjadi persiapan sebelum transisi pengelolaan sampah open dumping menjadi sanitary landfill.

Hal itu disambut baik oleh masyarakat yang bermukim di sekitar TPAS Karangrejo. Pasalnya, mayoritas warga menilai program itu akan berdampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ketua RW 08 Kelurahan Karangrejo, Toni mengatakan, mayoritas warga setempat mendukung upaya Pemkot Metro yang ingin mengubah sistem pengelolaan TPAS dari open dumping menjadi sanitary land fill.

“Pengelolaan selama ini sebenarnya sudah bagus, tapi kalau pengelolaanya mau diubah ke yang lebih baik tentu kita dukung. Tapi harapan kami juga sampah yang sudah ada ini tolong dikelola dengan baik,” kata Toni, Selasa, 23 April 2024.

Menurutnya, selama ini perhatian Pemkot Metro ke warga yang terdampak juga sudah sangat baik, mulai dari kompensasi bagi warga sekitar TPAS, layanan kesehatan dan lainnya.

“Sudah baik mas. Bantuan kompensasi itu sudah ada. Kita tiga kali dapat bantuan dana kompensasi, kemudian layanan kesehatan juga kita dapat. Harapannya ke depan bisa dipertajam lagi, karena ini bagus,” jelasnya.

“Harapan kami juga, infrastruktur jalan atau fasilitas umum di sini juga dibangun. Karena masih banyak jalan yang rusak,” imbuhnya.

Pamong warga itu juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan, paling tidak dengan cara mengurangi volume sampah dan mengubah perilaku membuang sampah sembarangan.

Sementara, Walikota Metro Wahdi Siradjuddin mengatakan, selain upaya dari Pemkot Metro dalam mengetaskan masalah sampah, ia berharap agar warga Kota Metro bisa kooperatif.

“Masalah sampah adalah PR kita bersama, Pemkot tidak bisa kerja sendiri dalam masalah ini. Hal yang paling penting dalam penanganan sampah adalah dengan cara membangun kesadaran, dan itu harus d mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungansekitar dan seterusnya,” pungkas Wahdi. (*) (Adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0