Siti Nurjanah dan estafet perjuangan IAIN Metro: dari jurnal ke menara moderasiRektor IAIN Metro masa bakti 2021-2025, Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA. [HO/DD]

HomeBerita

Siti Nurjanah dan estafet perjuangan IAIN Metro: dari jurnal ke menara moderasi

"Bukan akhir, hanya jeda. Kepemimpinan Prof. Siti Nurjanah menandai bab penting bagi IAIN Metro. Rektor baru, Prof. Ida Umami, kini melanjutkan perjuangan dalam diam yang bertenaga."

Giat Pramuka di IAIN Metro diduga langgar Prokes
Reakreditasi Akuntansi Syariah: langkah pasti menuju standar internasional
Generasi muda, kesadaran literasi dan tantangan global

MEDIATOR.ID, Metro – Kamis pagi, Gedung Academic Center (GAC) IAIN Metro menyimpan atmosfer yang berbeda. Suasana tenang menyelimuti ruang utama, seolah memberi ruang bagi momen transisi penting dalam sejarah kampus itu. Sebuah tongkat estafet kepemimpinan berpindah tangan: Prof. Dr. Siti Nurjanah, M.Ag., PIA menyudahi masa baktinya sebagai Rektor periode 2021–2025 dan menyerahkannya kepada Prof. Dr. Ida Umami, M.Pd., Kons, pemimpin baru untuk periode 2025–2029.

Prosesi berlangsung dalam khidmat, disaksikan barisan pimpinan kampus, Kepala Biro, Ketua Senat, Direktur Pascasarjana, para Kaprodi, dan tamu undangan dari lembaga perbankan. Tak hanya menjadi seremoni administratif, peralihan kepemimpinan ini mencerminkan titik balik perjalanan akademik yang telah dirintis selama empat tahun terakhir.

“Saya tidak bisa berbuat apa-apa tanpa kerja sama seluruh pihak,” ucap Siti Nurjanah dengan nada lirih namun menyiratkan keyakinan.

Selama kepemimpinannya, IAIN Metro menunjukkan geliat yang konsisten. Status akreditasi institusi memang belum unggul, tetapi sudah dipersiapkan untuk unggul dengan meningkatnya peringkat akreditasi prodi yang ada saat ini. Sebuah capaian yang mencerminkan reformasi menyeluruh dalam pengelolaan akademik dan tata kelola kampus.

Berbagai program studi turut mengalami lonjakan mutu. Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Tadris Matematika meraih predikat Unggul, sementara program lainnya seperti Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Bahasa Arab, dan Komunikasi Penyiaran Islam mencatatkan peningkatan hingga kategori Baik Sekali.
Pendidikan pascasarjana tak luput dari perhatian.

Program Magister PAI dan Pendidikan Bahasa Arab kini berstatus Unggul. Pendidikan Doktor PAI berhasil meraih predikat Baik, sedangkan Ilmu Syariah masih menjalani proses asesmen oleh BAN-PT.

Perubahan juga merambah dunia publikasi ilmiah. Jumlah jurnal Sinta 2 bertambah dari dua menjadi empat, dan untuk pertama kalinya, IAIN Metro memiliki jurnal terindeks Scopus Q1. Peningkatan juga terjadi pada kategori Sinta lainnya: Sinta 3 kini lima jurnal, Sinta 4 mencapai dua belas, dan Sinta 5 berjumlah dua.

“Menulis itu warisan. Ia tak hanya menyimpan ilmu, tapi menularkan keberanian berpikir,” tutur Siti Nurjanah suatu waktu.

Transformasi fisik kampus berjalan beriringan dengan pencapaian akademik. Tahun 2021, sebuah monumen bertajuk Moderasi Beragama berdiri megah di Kampus 2. Monumen tersebut bukan sekadar tugu, melainkan simbol dari komitmen IAIN Metro untuk menjadi ruang tengah dalam pusaran keberagaman Indonesia.

Ruang-ruang belajar diperluas dan diperbaiki. Gedung Kuliah Terpadu SBSN hadir dengan fasilitas pendingin udara, menciptakan kenyamanan dalam proses belajar. Tahun 2024, Gedung Academic Center rampung dibangun, menyusul Masjid Ummul Mukminin yang berdiri di Kampus 2, hasil gotong royong donatur dari Arab Saudi, alumni, civitas akademika, dan masyarakat luas.

Perencanaan Gedung Laboratorium Terintegrasi selesai disusun pada awal 2025. Selain itu, pemasangan videotron dan penyegaran wajah Gedung Fakultas Ekonomi memperkuat wajah kampus sebagai lembaga modern dan terbuka.
Perubahan signifikan juga menyentuh sumber daya manusia. Jumlah guru besar meningkat drastis-dari satu menjadi tujuh orang. Lektor kepala bertambah dari 28 menjadi 32, sedangkan lektor melonjak dari 68 menjadi 125.

Estafet kini berpindah ke tangan Prof. Ida Umami, pemimpin baru yang diyakini mampu menjaga kesinambungan dan melanjutkan fondasi yang telah diletakkan. Dalam pidato singkatnya, Ida menyampaikan harapan agar visi besar kampus tetap menjadi kompas utama.

“Visi Socio-Eco Technopreneurship harus terus dikawal. Kita menyiapkan generasi yang mampu bersaing menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Tak ada tepuk tangan meriah atau gegap gempita yang menandai momen ini. Hanya pelukan hangat, pandangan mata penuh harap, dan senyum-senyum kecil yang tersembunyi di antara rasa bangga dan haru. Di balik prosesi itu, IAIN Metro bersiap menapaki lembar baru, dengan semangat lama yang terus menyala. [DD]

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0