Catatan beragam capaian Pemkot Metro di dua tahun Wahdi menjabat walikotaWalikota Metro, Wahdi Siradjuddin. (Adv)

HomeBerita

Catatan beragam capaian Pemkot Metro di dua tahun Wahdi menjabat walikota

“Kita bersyukur Kota Metro jadi salah satu tempat percontohan program B2SA itu."

Walikota Metro menjadi guide heritage tour para dokter kebidanan
Peringati Hari Bela Negara, HIMAS UM Gelar Diskusi OBRAS
23 Bank Sampah siap uraikan sampah di kota Metro

Bidang ketahanan pangan

Kota Metro terpilih sebagai daerah tingkat kabupaten/kota untuk menjalankan program Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) atau National Food Agency (NFA), yang mana program itu merupakan percontohan pilot project di Indonesia.

Wahdi menyebut Kota Metro menjadi satu dari empat daerah kabupaten/kota se-Indonesia yang terpilih menjalankan program ketahanan pangan tersebut. Terkait hal itu, dia memercayakan Desa Sumbersari di wilayah Kecamatan Metro Selatan sebagai pelaksana program dari lembaga pemerintah nonkementerian tersebut.

“Kita bersyukur Kota Metro jadi salah satu tempat percontohan program B2SA itu. Selain Metro, ada empat wilayah kabupeten kota di Indonesia yang terpilih, diantaranya Kabupeten Gowa, Kebumen, Subang dan kita, Kota Metro. Untuk sekarang kita fokuskan dulu di Kelurahan Sumbersari Bantul,” beber Wahdi saat hadir meninjau pengembangan Desa B2SA di Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, pada akhir Januari 2023 lalu.

Dijelaskannya, program B2SA yang merupakan komponen-komponen dasar dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) itu, juga dapat mendukung upaya peningkatan kualitas pangan di Kota Metro.

“Kita berupaya untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan melalui program ini. Untuk targetnya kita menyasar 150 anak usia sekolah dasar, anak-anak terdampak stunting, anggota KWT (kelompok tani wanita) dan kader PKK serta posyandu yang berjumlah 50 orang,” jelasnya.

“Seandainya kita bisa jalankan program ini, maka Kota Metro ini tidak perlu khawatir lagi, sebab, inflasi tertinggi itu memang adalah inflasi pangan. Maka ini penting sekali. Kalau Indonesia mau maju, maka harus pikirkan sumber daya manusianya dengan kita kerja seperti B2SA ini,” tandasnya.

Bidang infrastruktur

Metro – Selama dua tahun Wahdi Siradjuddin menjabat sebagai Wali Kota Metro, sorotan mengenai buruknya kondisi infrastruktur di Bumi Sai Wawai disebutnya tertunda dikarenakan dampak pandemi covid-19. Kendati demikian, Pemkot Metro telah menyiapkan anggaran sebanyak Rp90 miliar guna menyelesaikan perbaikan seluruh infrastruktur di tahun 2023, termasuk jalan raya.

Wahdi memastikan soal perbaikan infrastruktur seluruh akses jalan di Bumi Sai Wawai yang akan rampung diperbaiki pada tahun 2023 ini. Pihaknya juga telah merencanakan penganggarannya.

“Saya pastikan di 2023 ini soal infrastruktur jalan, titik-titik banjir, drainase juga akan kita perbaiki kembali, selesai semua di 2023 ini. Total keseluruhan anggarannya 90 miliar yang kita siapkan untuk perbaikan seluruh jalan di Kota Metro ini tahun 2023,” ucap Wahdi usai memimpin musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan di aula Kelurahan Margodadi, Kecamatan Metro Selatan, awal Februari 2023 lalu.

Total anggaran perbaikan tersebut terbagi dalam beberapa titik wilayah di Kota Metro. Sebanyak Rp23 miliar diprioritaskan untuk Jalan Usaha Tani (JUT) di Kecamatan Metro Selatan. Jumlah itu disebut Wahdi nyaris sama besarnya untuk anggaran di Metro Utara. Kemudian, untuk infrastruktur di wilayah Metro Timur pihaknya menggelontorkan Rp33 miliar dan sisanya terbagi lagi untuk Metro Pusat dan Metro Barat.

“Metro Selatan ada peningkatan untuk alokasi anggaran, dari Rp17 Miliar menjadi Rp23 miliar, hampir sama dengan yang ke Metro Utara. Kalau di Metro Timur kita sudah sampaikan, di sana merupakan pusat ekonomi dan pusat pendidikan. Penambahan dana ini juga sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, penanganan banjir dan perbaikan trotoar yang rusak,” kata Wahdi.

Bidang pendidikan

Metro – Pada pertengahan Februari 2023 lalu, Kota Metro berhasil meraih predikat terbaik peringkat satu dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Katagori Kota se-Indonesia Tri Wulan ke-4 tahun 2022, bidang urusan tertinggi dalam pengisian pendidikan dengan persentase 98,27 persen.

Data Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) yang bersumber dari Sekber SPM Ditjen Bina Pembangunan Daerah (Bangda) menyebut ada 10 kota se-Indonesia yang berhasil meraih capaian serupa. Kota Metro di peringkat pertama dengan persentase tertinggi 98,27 persen disusul oleh Kota Madiun dengan persentase 90,86 persen dan Kota Sukabumi di peringkat ke tiga dengan perolehan persentase sebesar 90,38 persen.

Wali Kota Metro merasa bangga dan bersyukur atas capaian di bidang pendidikan tersebut. Diakuinya dalam hal membangun, kata Wahdi, pihaknya butuh penguatan dalam dua bidang, yakni bidang kesehatan dan bidang pendidikan.

“Alhamdulillah, tentu ini harus disyukuri. Dalam hal pembangunan memang kita butuh penguatan dari dua bidang, kesehatan dan pendidikan, mengapa? Karena dari dua bidang pelayanan itu lah, yang jadi acuan dilakukannya pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Wahdi.

Menurutnya keberhasilan menjadi daerah tingkat kota terbaik diantara 10 kota terbaik lainnya se-Indonesia dalam capaian tersebut, merupakan refleksi dari kerja keras, kerja sama dan sinergitas semua pihak terkait, termasuk stakeholder dan OPD.

Bidang kesehatan

Diraihnya akreditasi paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jenderal Ahmad Yani dan Sertifikat Bebas Frambusia dari Kemenkes RI untuk Kota Metro menjadi catatan penting prestasi Pemkot Metro di bawah kepemimpinan Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin di bidang kesehatan.

Pasalnya, akreditasi paripurna merupakan satu tingkatan bagi rumah sakit di Indonesia yang bisa dicapai, apabila aspek pelayanannya dianggap telah memenuhi syarat. Sedangkan dengan diraihnya sertifikat bebas penyakit frambusia, artinya ada suatu hasil dari upaya dan kerja keras pemerintah bersama stakeholder terkait, dalam upaya pencegahan dari penyakit tersebut.

Wahdi berharap akreditasi paripurna bagi RSUD Ahmad Yani itu tidak menjadikan jumawa dan berpuas diri. Sedangkan untuk mempertahankan status bebas frambusia, Pemkot Metro melalui Dinas Kesehatan akan konsisten mengedukasi masyarakat agar menjaga PHBS.

‘‘Jangan puas sampai sini. Pertahankan. Mempertahankan sesuatu apalagi prestasi itu kan sulit. Nah itu harus terus dikejar. Gali terus potensi yang ada. Niatkan untuk pelayanan yang baik bagi masyarakat. Pemkot mendukung segala sesuatu yang baik baik Kota Metro ini. Soal frambusia, Dinkes harus tetap besi edukasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga PHBS,” tukasnya.

Diketahui penghargaan akreditasi paripurna itu diterima langsung oleh Direktur RSUD Jenderal Ahmad Yani, dr Fitri Agustina dalam acara pertemuan ilmiah tahunan dan Semiloka Nasional ke-VII (Pitselnas VII) dan KARS Expo tahun 2023 yang berlangsung di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang, Provinsi Banten, selama tiga hari berturut-turut, Rabu-Jumat, 15-17/2/2023 lalu.

Sedangkan penyerahan Sertifikat Bebas Frambusia Kemenkes RI dilakukan dalam momen peringatan Hari Neglected Tropical Disease (NTDs) Sedunia yang berlangsung di Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa, 21/2/2023 lalu.

Selain itu, di bidang kesehatan selama 2 tahun Wahdi menjabat sebagai Wali Kota Metro, diketahui program Jaringan Masyarakat Peduli Anak dan Ibu (Jama PAI) telah berhasil dirumuskan olehnya dan dipaparkan secara langsung oleh Wali Kota Metro dalam Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Obstetri dan Ginekologi Sosial Indonesia (HOGSI) ke-14 di Harris Hotel dan Convention Solo, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) pada akhir 2022 lalu.

Saat itu, Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menyampaikan program itu dimaksudkan guna memberi perlindungan terhadap ibu dan anak, mulai dari masa prakonsepsi, hamil, anak lahir hingga pencegahan stunting, yang mana hal itu sempat menarik antusias dari ratusan peserta musyawarah tingkat nasional tersebut. (Adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0