Metro krisis stok darah, Rafieq dorong ASN jadi garda depan donor darah sukarelaWakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana saat monitoring PMI Metro. (Red)

HomeBerita

Metro krisis stok darah, Rafieq dorong ASN jadi garda depan donor darah sukarela

“Gotong royong bisa menyelamatkan nyawa. Komitmen ASN dalam donor darah adalah bukti konkret.” - M. Rafieq Adi Pradana.

PT. BAS bantah tudingan penggelapan uang konsumen
Wahdi Siradjuddin resmi tutup workshop & orientasi P4GB Granat Metro
Lembaga survey ungkap kepuasan warga terhadap kinerja Walikota Metro di atas 50%

MEDIATOR.ID, Metro – Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Metro menghadapi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan darah. Sepanjang 2024, produksi darah rata-rata sebesar 1.622 kantong per bulan belum mampu memenuhi permintaan yang mencapai 2.146 kantong.

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, menilai kondisi ini menuntut kolaborasi lintas sektor. “Pemkot Metro berkomitmen terus mendukung program donor darah sukarela. Kami terbukti, saat Ramadhan dan Idul Fitri 2025, ASN yang dihimbau untuk donor berhasil menambah stok hingga hampir 700 kantong,” kata Rafieq, Rabu, 25 Juni 2025.

Ia menyebut gotong royong sebagai kunci. “Peran ASN dan masyarakat adalah tulang punggung ketahanan stok. Ini bukti bahwa gotong royong bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Rafieq.

Kinerja UTD PMI Kota Metro dalam memproduksi darah masih menghadapi selisih kekurangan rata-rata 164 kantong setiap bulan. Meski dari 1.622 kantong darah yang masuk dapat diolah menjadi 1.982 komponen darah (WB, PRC, dan TC), distribusinya belum mencakup seluruh kebutuhan.

Plt Kepala UTD PMI Kota Metro, dr Melly Kemdarsari, menyebutkan distribusi darah hanya mencakup 90,6 persen dari permintaan. Sisanya, 9,4 persen, tidak dapat disalurkan karena alasan medis, seperti ketidakcocokan golongan darah atau hasil pemeriksaan yang tidak memenuhi standar.

Data menunjukkan, golongan darah O+ menjadi yang paling banyak tersedia, sedangkan A+ paling sering mengalami kekosongan sepanjang 2024. UTD PMI Metro menetapkan batas minimal ketersediaan: 50 kantong untuk golongan A, B, dan O, serta 25 kantong untuk AB. Stok yang berada di bawah ambang batas ini akan dinyatakan dalam kondisi kritis.

“Stok darah rentan menurun saat bulan puasa, hari raya, musim libur sekolah, dan cuaca ekstrem. Pada saat-saat itu, pendonor cenderung turun,” jelas Melly.

Saat kekurangan terjadi, PMI Metro mengandalkan jaringan komunitas donor, pemanfaatan media sosial, serta opsi pengiriman darah dari UDD PMI Lampung. Droping antardaerah juga dilakukan, terutama untuk Trombosit Concentrate (TC) yang memiliki masa simpan hanya lima hari.

UTD PMI Metro mengklaim memiliki kapasitas penyimpanan hingga 500 kantong. Meski kapasitas tersebut belum pernah penuh ataupun kosong ekstrem, fluktuasi tetap terjadi. Jumlah pendonor aktif mencapai rata-rata 2.140 orang per bulan, dengan 96,4 persen merupakan pendonor sukarela.

Sebagai bentuk inovasi, PMI Metro juga telah mengembangkan aplikasi Donorku, yang memungkinkan masyarakat memantau stok darah, melihat riwayat donor, dan mengetahui lokasi mobil donor secara real-time.

Ia juga mendorong sinergi yang lebih luas antara PMI dengan sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dan sektor swasta untuk memperkuat cadangan donor sukarela.

Untuk memperbaiki sistem distribusi, PMI Metro kini menerapkan proyeksi kebutuhan berdasarkan data 26 minggu terakhir, serta mengintensifkan kerja Unit P2D2S (Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela).

“Koordinasi dengan rumah sakit pemerintah maupun swasta terus dijaga agar distribusi lebih efektif,” pungkas Melly. (Red)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: