Peringati Hari Kunjung Pustaka, Silfia Naharani: Pemkot Metro sedang bentuk sentra krearif di tiap kelurahanBunda Literasi Kota Metro, Silfia Naharani Wahdi. (*)

HomeBerita

Peringati Hari Kunjung Pustaka, Silfia Naharani: Pemkot Metro sedang bentuk sentra krearif di tiap kelurahan

“Bunda Literasi itu sampai di tingkat kelurahan, maka kita juga melakukan pembinaan di tingkat kelurahan, dengan bimbingan Dispusarda. Kemudian, kita juga berharap di perpustakaan di kelurahan tidak hanya sekedar untuk tempat membaca, tapi di situ juga bisa juga untuk tempat pelatihan."

Terjerat Kasus Korupsi, Hakim Putuskan Hukuman 4 Tahun Penjara ke Kadiskes Lampura
Pembelajaran Sekolah Penggerak IHT, Silfia Naharani; harapan besar TK Pertiwi Metro jadi contoh sekolah lain
Bupati Lampura Terima Penghargaan Sektor Wisata Alam pada Hari Pers Nasional

MEDIATOR.ID, Metro – Bunda Literasi Kota Metro, Silfia Naharani berupaya membentuk sentra-sentra kreatif melalui pelatihan dan bimbingan masyarakat, dengan menggerakkan SDM di perpustakaan kelurahan.

“Bunda Literasi itu sampai di tingkat kelurahan, maka kita juga melakukan pembinaan di tingkat kelurahan, dengan bimbingan Dispusarda. Kemudian, kita juga berharap di perpustakaan di kelurahan tidak hanya sekedar untuk tempat membaca, tapi di situ juga bisa juga untuk tempat pelatihan,” kata Silfia, saat menghadiri kegiatan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) di Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusarda) Kota Metro, Kamis, 26 Oktober 2023.

“Seperti yang sudah ditampilkan di sini ini, itu adalah hasil dari teman-teman yang sudah dilatih oleh perpustakaan. Sehingga menjadi jembatan pemerintah untuk membentuk sentra-sentra kreatif di kelurahan. Antara lain, kita optimalkan di perpustakaan kelurahan,” katanya.

Silfia berharap, slogan Generasi Emas Metro Cemerlang bukan sekadar ungkapan saja, tapi dapat benar-benar direalisasikan, selain itu, pemerintah Kota (Pemkot) Metro juga mengajak semua kalangan untuk dapat mewujudkan misi tersebut.

“Kita berharap Metro benar-benar menjadi kota literasi dalam rangka pencapaian Generasi Emas Metro Cemerlang. Berarti, bukan sekadar slogan saja, tapi benar-benar terimplementasi. Metro ini juga berusaha menggerakkan komunitas yang bergerak di bidang budaya, finansial dan lain-lain,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin mendorong adanya literasi digital yang terdiri dari empat pilar penting guna mengenalkan dan memberikan pemahaman mengenai perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yakni digital skill, digital culture, digital ethics, dan digital safety.

“Banyak sekali hasil tulisan yang kita lihat dari anak-anak kita, saya kemarin sudah mendapatkan kurang lebih sekira 50 karya, termasuk dari guru-gurunya. Ini merupakan salah satu juga dari bagian itu, tapi banyak sekali hasilnya. Kalau tadi itu dimasukkan ke digital, kan enak sekali literasi-nya. Dimasukkan digital, maka orang lebih mudah untuk membaca,” tandasnya. (Msf)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0