"Saya berharap, dengan ini kawan-kawan semua bisa lebih bijak memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai niat serta usaha kita untuk membangun Lampung, justru malah merusak karena kita lalai."
MEDIATOR.ID, Lampung – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengimbau kepada seluruh kader, relawan dan partisipan tim pemenangan pemilihan gubernur dan kepala daerah se-Lampung di bawah naungan Gerindra Lampung, untuk tidak memasang alat peraga berupa baliho, spanduk maupun poster dengan cara dipaku di pohon, Kamis, 6 Juni 2024.
Mirzani mengatakan, pemasangan alat peraga dengan cara dipaku di pohon dapat berdampak buruk dan fatal. Mengingat, perbuatan tersebut merupakan tindakan melanggar hukum. Selain itu, memaku pohon dapat menyakiti pohon.
“Pemasangan alat peraga di pohon tentu bukan perbuatan yang patut dicontoh, apa lagi sampai memaku pohon. Hal itu tidak seharusnya dilakukan. Sebab, hal itu dapat menyakiti mahluk hidup, walau cuma sebatang pohon,” kata Mirzani.
Mirzani juga menjelaskan bahwa lubang akibat tusukan di pohon dapat menyebabkan kerusakan, yaitu kondisi dimana pohon akan mengalami gangguan fisik dan biologis dalam pertumbuhannya.
“Ketahanan kayu akan terkikis karena pohon yang dipaku akan terinfeksi penyakit seperti jamur dan bakteri, serta adanya lubang di pohon biasanya bakal jadi pintu masuk bagi hama dan penyakit,” ujar Mirzani.
“Dalam waktu panjang, sangat mungkin jika pohon yang ditancapkan paku akan mudah rusak dan melemah, sehingga akan mudah tumbang saat diterpa angin kencang,” lanjutnya.
Mirzani menekankan kepada seluruh partisipan tim pemenangan pemilihan gubernur dan kepala daerah se-Lampung, di bawah naungan Gerindra Lampung agar tidak memaku pohon saat memasang alat peraga kampanye.
“Saya berharap, dengan ini kawan-kawan semua bisa lebih bijak memperhatikan lingkungan sekitar. Jangan sampai niat serta usaha kita untuk membangun Lampung, justru malah merusak karena kita lalai,” pungkasnya. (Msf)

COMMENTS