"Jadi kita berfokus pada pendidikan yang mereka tentu mendapatkan hasil terkait sistem teknis budidaya, perihal bagaimana produktivitas nira bisa optimal," papar dia.
MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Ratusan petani kelapa di Lampung Timur mendapatkan pendidikan dan pendampingan untuk membuat hasil pertanian lebih produktif.
Program Manajer Widya Erti Indonesia, Billy Hasbi, menjelaskan program itu sudah berlangsung sejak Oktober 2023.
“Hingga saat ini sudah ada lebih dari 560 petani dari 20 kelompok tani yang terlibat yang kita latih,” ujarnya kepada media di Saung RBT, Pakuanaji, Sukadana pada Kamis, 19 September 2024.
Billy menjelaskan pihaknya memang fokus terhadap pendidikan terhadap petani. Sebab dengan begitu, para petani bisa mendapatkan hasil dari kemampuan mengelola yang diberikan olehnya.
“Jadi kita berfokus pada pendidikan yang mereka tentu mendapatkan hasil terkait sistem teknis budidaya, perihal bagaimana produktivitas nira bisa optimal,” papar dia.
Artinya, tutur Billy, pihaknya melatih agar produktivitas hasil tani dapat meningkat. Dii sisi lain supply chain, gula kelapa tidak hanya di tingkat nira saja dia harus diolah lagi menjadi gula.
Sementara, dia mengaku untuk kualitas hasil tani yang sudah berjalan selama setahun tersebut, memenuhi standar.
“Direkomendasikan oleh Unilever, pendampingan ini juga untuk memenuhi standarisasi itu. Kami tetap berperan sebagai pihak yang mendampingi, dari perusahaaan swasta seperti Unilever untuk memberikan dukungan pendanaan,” tukasnya.
Pada kesempatan itu, Sekda Lampung Timur, M Jusuf, memuji program tersebut. Menurutnya, peningkatan SDM petani dan hasil produksi merupakan dampak dari pendidikan yang diberikan kepada para petani.
Pihaknya mewakili pemerintah akan terus mengawal kepentingan warga Lampung Timur jika itu berkaitan dengan kesejahteraan.
“Yang jelas kita jaga kepentingan warga kita, jangan sampai ada keuntungan sepihak, kita kawal itu. Kalo hasil produksi, dan pemasarannya sudah jelas, pengelola dan penampungnya sudah jelas,” jelas Sekda.
“Yang kita awasi nanti kelayakan keuntungan dari petani itu yang kita jaga,” sambung dia.
Sementara, salah satu petani, Sutiman, mengaku mendapat keuntungan dua kali lipat dari hasil pelatihan dan pendidikan yang diterimanya.
“Bisanya nira itu jika tidak dirawat hanya dapat 1-2 liter. Kemudian sekarang setelah tau gimana cara merawatnya bisa dapat 3-4 liter,” ungkapnya.
Ia sebagai petani merasa terbantu dengan adanya program tersebut. Sebab produksi kelapa yang dihasilkan saat ini cukup tinggi.
“Kareba kalo di kelapa itu ada gula merah, minyak kelapa, kopra, dan lain-lain,” katanya.
Selain itu, Sutiman mengaku, pencegahan terhadap hama juga menjadi lebih baik.
“Hama yang susah ditanggulangi itu wawung, jamur, dan lain-lain. Sebelumnya 50 persen lebih kelapa yang ditanam itu hampir habis diserang (hama) wawung. Akhir ini sudah menurun serangan hamanya,” pungkasnya. (Her)

COMMENTS