Tua bukan beban: TP PKK Metro luncurkan “Lansia Bahagia”Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang dalam roadshow Program Lansia Bahagia di Kelurahan Ganjar Agung, Kamis (19/6).

HomeBerita

Tua bukan beban: TP PKK Metro luncurkan “Lansia Bahagia”

"Kami ingin memastikan lansia tetap hidup layak, dihargai, dan bahagia." - Eni Sumiati Bambang .

Bambang: taman Kota Metro harus jadi ruang publik sehat, bukan sekadar tempat santai
Bambang Iman Santoso dorong penguatan identitas budaya di Muskomwil II APEKSI Jambi
Marak Kasus Baru Covid-19 di Lampung, SMSI Imbau Waspada Temui Narasumber

MEDIATOR.ID, Metro – Pemerintah Kota Metro meluncurkan program Lansia Bahagia (LB) sebagai wujud komitmen membangun kualitas hidup warga lanjut usia. Inisiatif ini digagas Tim Penggerak PKK bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, dengan pendekatan holistik yang menyentuh dimensi fisik, psikologis, sosial, dan spiritual.

Ketua TP PKK Kota Metro, Hj. Eni Sumiati Bambang, memperkenalkan program tersebut dalam kegiatan roadshow di Kelurahan Ganjar Agung, Kecamatan Metro Barat, Kamis, 19 Juni 2025.

Eni menegaskan program ini bukan kegiatan seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menciptakan lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan dihormati.

“Kami ingin memastikan lansia hidup dengan kualitas baik, memiliki kesejahteraan sosial, dan merasa dihargai,” ujar Eni.

Struktur program merujuk pada tujuh unsur utama: Bugar, Aktif, Hidup Sehat, Aktivitas Positif, Gembira, Independensi, dan Apresiasi. Semua unsur tersebut dipilih guna menjawab kebutuhan lansia secara menyeluruh.

“Lansia tidak boleh lagi dianggap kelompok pasif. Mereka tetap memiliki peran sosial,” ucapnya.

Fokus program tidak hanya menyasar lansia, melainkan juga melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung utama. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Metro, Diah Meirawati, menyebut pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Pelatihan caregiver akan kami selenggarakan bagi keluarga lansia. Perawatan tak cukup hanya mengandalkan fasilitas kesehatan. Pendekatan keluarga sangat penting,” kata Diah.

Langkah ini menjadi krusial, mengingat banyak lansia menghadapi penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, hingga gangguan mobilitas. Keterlibatan keluarga dianggap mampu menciptakan lingkungan yang suportif dan berkelanjutan.

Selama kegiatan berlangsung, warga lanjut usia mendapat pemeriksaan kesehatan gratis berupa cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dengan Prodia dan dukungan Puskesmas Ganjar Agung.

Antusiasme peserta tampak tinggi. Mereka mengikuti senam bersama dan sesi interaktif yang disiapkan panitia. Bagi para lansia, kehadiran program ini menjadi bentuk perhatian konkret yang memberi semangat baru menjalani hari tua.

Program LB muncul sebagai respons atas realitas sosial yang kerap meminggirkan lansia. Kota Metro memilih pendekatan yang tak hanya humanis, tetapi juga progresif dalam membangun kota berbasis kesejahteraan seluruh usia.

Menurut Eni, program ini bukan tujuan akhir, melainkan titik awal pergeseran paradigma pelayanan sosial. Pemerintah berupaya menempatkan lansia bukan sebagai beban pembangunan, tetapi sebagai bagian penting dari masyarakat yang masih mampu berkontribusi.

Langkah ini menjadi refleksi arah pembangunan Kota Metro yang tidak sekadar berfokus pada fisik kota, melainkan juga pada martabat warganya. Ketika banyak daerah masih terpaku pada infrastruktur, Metro mengawali narasi berbeda–membangun manusia seutuhnya, dari muda hingga tua. (*)

Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiati Bambang dalam roadshow Program Lansia Bahagia di Kelurahan Ganjar Agung, Kamis (19/6).

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: