"Pembangunan berkelanjutan diharapkan dapat membawa Kecamatan Sukadana menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi yang maju."
MEDIATOR.ID, Lampung Timur – Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sukadana di Gedung Serba Guna (GSG) Sukadana, Senin pagi. Agenda ini menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah yang dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat desa sebelum akhirnya dibahas di tingkat kabupaten.
Musrenbang tahun ini mencatat 20 desa di Kecamatan Sukadana telah mengajukan berbagai usulan pembangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah. Program yang diajukan telah disusun berdasarkan skala prioritas guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan.
Camat Sukadana, Hendra Setiawan, mengapresiasi realisasi pembangunan yang telah dilakukan pada periode sebelumnya. Ia menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan untuk menjadikan Sukadana—yang merupakan ibu kota Kabupaten Lampung Timur—sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian yang lebih maju.
Salah satu sorotan dalam Musrenbang kali ini adalah penetapan tiga titik cagar budaya oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur per 23 Desember 2024, yaitu bangunan SMP Negeri 1 Sukadana, Kantor Pos Sukadana, dan bangunan peninggalan Pahlawan Nasional KH Hanafiah. Pemerintah kecamatan berharap penetapan tersebut dapat mendongkrak wisata edukasi dan sejarah di wilayah tersebut.
“Penetapan cagar budaya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak positif bagi perekonomian daerah. Namun, hal ini perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai agar akses menuju lokasi lebih mudah,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Timur.
Selain sektor pariwisata, sejumlah usulan lain juga mencuat dalam Musrenbang. Pemerintah kecamatan mengajukan perbaikan jalan poros, renovasi median jalur dua Sukadana, serta penambahan dan perbaikan lampu penerangan jalan. Penataan Pasar Induk Sukadana juga menjadi perhatian, mengingat perannya yang vital dalam perekonomian lokal.
Keberadaan sarana dan prasarana yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan daya saing daerah, memperlancar aktivitas ekonomi, dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Menanggapi berbagai aspirasi, Wakil Bupati Azwar Hadi meminta masyarakat dan pemangku kepentingan bersabar terkait keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang diterapkan pemerintah pusat.
“Kami memahami harapan masyarakat, tetapi dengan efisiensi anggaran yang diterapkan, kita perlu mendahulukan pembangunan yang paling mendesak,” ujar Azwar.
Meski ada keterbatasan anggaran, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen untuk tetap menyiasati kebijakan ini dengan fokus pada pembangunan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
Selain menampung berbagai usulan pembangunan, dalam kesempatan tersebut Azwar Hadi juga menyerahkan paket bantuan sembako Ramadan serta bantuan uang tunai dan penunjang aktivitas rumah ibadah.
Musrenbang tingkat kecamatan ini menjadi langkah strategis dalam merancang pembangunan yang lebih baik di Lampung Timur. Hasil dari pertemuan ini selanjutnya akan dibahas dalam Musrenbang tingkat kabupaten, guna menentukan prioritas pembangunan yang dapat direalisasikan dalam tahun anggaran mendatang.**
COMMENTS