DPRD Metro sorot kondisi Taman Ki Hajar Dewantara, Basuki: perlu perawatan serius!Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki. (Adv)

HomeBerita

DPRD Metro sorot kondisi Taman Ki Hajar Dewantara, Basuki: perlu perawatan serius!

"Taman ini bukan sekadar tempat bersantai, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan dan kreativitas di Metro. Tidak boleh dibiarkan terbengkalai." – Basuki.

DPD KNPI Metro dorong Kepolisian RI usut kasus penyerangan Haris Pertama
Pemkot Metro menggelar Metro Sport and Tourism
Kasus pidana Pilkada: sorotan terhadap kinerja Bawaslu dan KPU Kota Metro

MEDIATOR.ID, Metro – Anggota Komisi I DPRD Kota Metro, Basuki, menyoroti kondisi Taman Ki Hajar Dewantara di Iringmulyo, Metro Timur, yang semakin memprihatinkan. Ia menegaskan bahwa taman yang seharusnya menjadi ruang publik edukatif dan kreatif ini justru kurang terawat, sehingga menghambat aktivitas masyarakat dan komunitas yang memanfaatkannya.

“Kami sudah menerima banyak keluhan dari warga mengenai kondisi taman ini. Sampah berserakan, fasilitas tidak terawat, dan genangan air di area bermain menjadi persoalan utama yang perlu segera ditangani. Ini harus menjadi perhatian serius,” ujar Basuki.

Sebagai taman yang berada di kawasan pendidikan Kota Metro, Taman Ki Hajar Dewantara memiliki fungsi strategis. Tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga sebagai tempat berkumpulnya komunitas, mulai dari pegiat skateboard, pesepeda, hingga komunitas literasi dan seni jalanan. Namun, kurangnya perawatan membuat taman ini kehilangan daya tariknya.

Beberapa komunitas yang rutin beraktivitas di taman ini menyampaikan keluhan mereka kepada DPRD. Andi (35), seorang anggota komunitas skateboard, mengungkapkan bahwa genangan air di arena bermain menjadi kendala utama.

“Setiap kali hujan, air menggenang lama di arena skateboard, sehingga kami kesulitan berlatih. Selain itu, taman juga kotor dan kurang nyaman,” kata Andi.

Sementara itu, Aisyah (28), pegiat komunitas literasi, mengungkapkan bahwa kondisi taman yang tidak terawat berdampak pada kenyamanan saat berkegiatan.

“Kami sering mengadakan diskusi dan membaca buku di sini. Sayangnya, taman kotor dan banyak area yang tidak layak pakai. Seharusnya ada perhatian lebih dari pemerintah,” ujarnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Basuki menegaskan bahwa DPRD akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terbaik.

“Kami akan mengawal persoalan ini agar ada tindakan nyata. Taman ini bukan sekadar tempat bersantai, tetapi juga bagian dari ekosistem pendidikan dan kreativitas di Metro. Tidak boleh dibiarkan terbengkalai,” tegasnya.

Menurut Basuki, solusi untuk masalah ini tidak hanya sekadar membersihkan taman, tetapi juga memastikan adanya perawatan berkelanjutan. Ia mengusulkan agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan rutin taman, termasuk perbaikan fasilitas, penambahan tempat duduk, serta peningkatan pencahayaan untuk keamanan di malam hari.

“Kami ingin taman ini dikelola dengan lebih profesional. Jika perlu, libatkan komunitas lokal dalam pengelolaannya agar ada rasa memiliki dan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Dengan langkah yang tepat, Basuki optimistis bahwa Taman Ki Hajar Dewantara bisa kembali menjadi ruang publik yang nyaman dan fungsional. DPRD Kota Metro akan terus mengawasi perkembangan perawatan taman ini agar masyarakat dapat menikmati fasilitas yang layak dan sesuai dengan fungsinya sebagai sarana edukasi dan kreativitas. (Adv)

COMMENTS

WORDPRESS: 0
DISQUS: 0