Dalam The Art of Loving, Erich Fromm menelisik soal kemampuan manusia untuk mencintai. Sementara, di buku ini, ia mengkaji secara mendalam tentang kemampuan manusia untuk menghancurkan, narsisme, dan fiksasi insestisnya. Masalah cinta kasih dibawa oleh Fromm ke dalam ranah baru dan lebih luas, yaitu cinta pada kehidupan.
Data Buku
Judul : The Heart of Man: Kegeniusan Hati Manusia untuk Kebaikan dan Kejahatan
Penulis : Erich Fromm
Penerbit : IRCiSoD
Halaman : 248 halaman
Dalam Man for Himself, Erich Fromm mendiskusikan masalah norma-norma etis yang didasarkan pada pengetahuan kita tentang sifat alami manusia, bukan pada ilham atau hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan yang dibuat oleh manusia.
Di buku ini, Erich Fromm mengejar masalah tersebut lebih jauh dan mendiskusikan asal usul kejahatan serta pilihan antara kebaikan dan kejahatan.
Dalam The Art of Loving, Erich Fromm menelisik soal kemampuan manusia untuk mencintai. Sementara, di buku ini, ia mengkaji secara mendalam tentang kemampuan manusia untuk menghancurkan, narsisme, dan fiksasi insestisnya. Masalah cinta kasih dibawa oleh Fromm ke dalam ranah baru dan lebih luas, yaitu cinta pada kehidupan.
Erich Fromm mencoba menunjukkan bahwa cinta semacam itu tidak bergantung pada apa pun, dan bahwa penanggulangan narsisme membentuk sebuah “sindrom pertumbuhan”, lawan dari “sindrom peluruhan”, yang dibentuk oleh cinta pada kematian, simbiosis insestis, dan narsisme yang ganas.
Namun, terlepas dari semua itu, setelah membaca buku ini, kebanyakan orang menilai Fromm sebagai pendiri madzhab baru psikoanalisis, yakni neo-Freudianisme.

COMMENTS